Plt. Bupati Lamsel Berang Terhadap ASDP dan KKP Bakauheni, Ada Apa?

Bagikan Berita

Saat mengunjungi dermaga eksekutif, disana tidak didapati petugas seperti dokter maupun perawat jika sewaktu-waktu ada orang yang terinfeksi virus mematikan tersebut. Ruang isolasi yang dipersiapkan juga jauh dari kata memadai. Bahkan, tempat tidur yang berada di ruang isolasi terlihat sudah berkarat.

“Saya meminta kita semua ada kepedulian. Jangan sampai seperti orang dari Jakarta maupun orang-orang yang berasal dari daerah lain yang sudah terjangkit, melewati bakauheni tidak diperiksa,” pinta Nanang.

Kita harus segera melakukan tindakan nyata. Jangan banyak-banyak rapat. Kita sekarang perlu aksi cepat. Koordinasi tanpa aksi percuma boss,” kata Nanang lagi.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kalianda, Hutamrin menyarankan kepada pihak ASDP maupun KKP untuk membuat lorong penyemprotan disinfektan secara sederhana bagi kendaraan maupun penumpang pejalan kaki.

“Buatkan lorong penyemprotan untuk kendaraan maupun orang. Dengan dana yang tersedia, segera dilakukan. Itu standar yang paling sederhana untuk pencegahan,” ujarnya.

Dilain pihak, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edi Purnomo meminta pada jajaran ASDP maupun KKP untuk lebih terbuka menyampaikan kekurangan yang ada.

“Apa yang tidak siap disini, katakan. Inilah gunanya kita berkoordinasi agar dapat saling menutupi kekurangan. Mari kita bergotong-royong, bersama-sama mencegah serta memutus mata rantai penyebaran virus corona,” ujarnya di ruang Kolase.

Sedangkan Dandim 0421, Letkol. Kav. Robinson Oktovianus Bassie, meminta masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi wabah virus corona. Semua pihak harus memperhatikan kesehatan diri masing-masing.

Kita semua harus bekerja sama untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona disease (COVID-19). Dan jangan lupa berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu diberikan kesehatan dan wabah ini segera berakhir,”pungkasnya. (Kominfo)

https://www.hariansumatera.com