Bandar Lampung (HS) – Pertamina menepis issue kenaikan harga BBM bersubsidi, lebih khusus pertalite. Kekosongan stok pertalite di SPBU, khusus Lampung akibat peningkatan konsumsi bahan bakar mobilitas masyarakat, Rabu (31/08/2022).
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan pada Selasa, 30 Agustus 2022. Stok pertalite masih aman. Bahan bakar tersebut cepat habis bukan karena ditimbun sebab akan terjadi kenaikan harga.
“Apanya yang naik? Komsumsinya, iya naik. Stok pertalite aman, barang itu cepat habis karena banyak yang beli,” katanya.
Selain itu, Nikho Indrawan juga menerangkan soal issue yang beredar perihal penetapan penggunaan Aplikasi Mypertamina di provinsi Lampung setiap membeli BBM subdisi.
Masyarakat tidak perlu repot membuka aplikasi tersebut setiap membeli BMM Subsidi, melainkan menggunakan QR Qode agar bahan bakar tersebut tepat sasaran dan kendaraan mewah membeli bahan bakar sesuai peruntukan.
“Bukan MyPertamina, tapi menggunakan QR Code, untuk implementasi masih menunggu arahan pusat,” terangnya. Akan tetapi implementasi pembelian BBM subsidi menggunakan QR Qode menunggu arahan pertamina pusat.
Sekadar informasi, konsumsi BBM jenis Bio Solar Subsidi untuk wilayah Lampung mencapai angka 20% diatas proyeksi kuota BBM Bio Solar Subsidi untuk minggu ke-4 bulan Agustus tahun 2022. Rata-rata konsumsi hariannya mencapai 1.978 KL per hari.
Pertalite mencapai sekitar 33% diatas proyeksi kuota BBM Pertalite untuk minggu ke-4 bulan Agustus tahun 2022. Rata-rata konsumsi hariannya mencapai 2.225 KL per hari.
Pertamina terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Tujuannya, penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.
“Pertamina sangat mengapresiasi masyarakat yang telah mendukung Program Subsidi Tepat Sasaran dengan telah melakukan pendaftaran baik di booth pendaftaran di SPBU, website subsiditepat.mypertamina.id maupun melalui aplikasi MyPertamina,” Ujar Nikho.



