Perjalanan Legislator Elly Wahyuni Hingga Bergabung di Partai Gerindra

Bagikan Berita

Bandar Lampung (HS) – Akademisi berpindah menjadi politisi, simak perjalanan politik dan profil Elly Wahyuni Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung.

Sebelum menjadi anggota DPRD, putri daerah Lampung Elly Wahyuni, awalnya menekuni profesi Dosen di Universitas Bandar Lampung (UBL) pada tahun 1887.

Kini Elly Wahyuni sukses sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung 3 periode. Terhitung sejak periode 2009 – 2014, 2014 – 2019 dan 2019 – 2024.

Tidak hanya sebagai anggota parlemen, Elly Wahyuni bahkan menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD I Provinsi Lampung dari Partai Gerindra.

Saat ditanya, apa alasan Elly wahyuni beralih profesi dari akademisi ke politisi, dirinya menceritakan perjalanan karirnya.

“Jadi awalnya waktu saya jadi Dosen Ekonomi di UBL, banyak sekali Partai Politik yang menawarkan saya untuk bergabung sebagai anggota Partai.

“Namun, saya masih ragu lalu kemudian ada teman saya mengajak untuk bergabung di Partai Gerindra dan saya langsung tertarik,” katanya.

Selanjutnya Elly Wahyuni mengatakan alasannya tertarik bergabung ke Partai Gerindra.

“Pertama saya tertarik dengan Partai Gerindra karena setelah saya cari tahu siapa ketua Partai Gerindra yakni Prabowo Subianto, dan anak Soemitro Djojohadikoesoemo yang merupakan begawan ekonomi,” jelasnya.

“Saya kan alumni Ekonomi Unila, jadi saya pikir begawan Ekonomi artinya dia akan menata Ekonomi Indonesia. “Nah dari pendidikan, kita tidak dapat berbuat banyak jika kita tidak nyemplung atau ada di dalam dunia penentu kebijakan, itu lah alasan awalnya saya tergabung di Gerindra,” ujarnya.

Dikatakannya jika diawal bukan Partai Gerindra yang meminangnya sebagai kader dia tidak akan tergabung dan berkecimpung di dunia politik hingga sejauh ini.

Saat disinggung seperti apa pengalaman politik sebelum ia tergabung di Partai Gerindra, Elly Wahyuni mengatakan, aktif di Organisasi Eksternal Kampus.

“Ya waktu masih Mahasiswa saya memang ikut Organisasi Eksternal yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan pernah menjadi ketua Kohati HMI Cabang Bandar Lampung di tahun 1983 – 1984.

“Di HMI saya banyak belajar dalam mengatur sebuah organisasi, kita sebagai aktivis biasa bergaul, biasa mengungkapkan pendapat, biasa berdiskusi sehingga pada saat duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sudah tidak kaku lagi,” paparnya.

https://www.hariansumatera.com