Peras Kepala Pekon di Tanggamus, 4 Orang Terciduk OTT

Bagikan
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  

Tanggamus (HS) -Empat orang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) polisi. Mereka diduga memeras terhadap Kepala Pekon Banjar Sari, Tubagus Yani, Kecamatan Talang Padang, Senin (12/12).

Menurut Wakapolres Kompol M Budhi Setyadi, sebagai Ketua Tim Saber Pungutan Liar mengatakan,ke empat nya di aman kan sekitar pukul 12.00 Wib setelah petugas menerima informasi tindak pidana terhadap pemerasan Kepala Pekon Banjar Sari Kecamatan Talang Padang Tanggamus.

“Ya kami amankan empat orang, dan masalah ini masih dalam proses penyelidikan” katanya.

Ia menjelaskan, semula polisi mendapatkan informasi akan ada tindak pidana pemerasan terhadap kakon. Lantas tim menuju lokasi, dan dijumpai tindakan tersebut. “Setelah itu benar terjadi, lalu kami amankan mereka. Saat itu uang sudah berpindah tangan dari kakon kepada keempat orang itu,” terang Budhy.

Ia mengaku, mereka yang diamankan yakni NE (28) warga Desa Sukajaya Kec. Kedondong Kab. Pesawaran, PA (22) Desa Tanjung Kerta Kec. Kedondong Pesawaran. NA (50) dan DA (31) warga Pekon Banjar Sari Kec Talang Padang. Sementara polisi mengamankan juga barang bukti uang sebesar Rp 20 juta dari pemberian Kakon Banjar Sari Tubagus Yani.

Uang itu baru saja diambil dari Kakon Banjar Sari Tubagus Yani, lantas dibawa di rumah DA. Uang dibungkus dengan kertas koran, rencanya uang tersebut akan dibagi ke NE, PA, dan NA. Saat itulah polisi datang, dan mengamankan keempatnya.

Sementara Kabag Operasi Polres Tanggamus Kompol Aditya Kurniawan meneruskan, uang tersebut sejenis uang damai. Sebab keempatnya mengancam akan melaporkan masalah yang diduga mereka bermasalah ke aparat hukum. “Kegiatan yang dipermasalahkan adalah pelaksanaan PNPM 2015 yang menurut mereka bermasalah,” ujarnya.

Kemudian agar masalah ini tidak dilaporkan mereka minta uang Rp 50 juta, namun Kakon Banjar Sari hanya memiliki Rp 20 juta yang lantas diberikan mereka. “Masalah ini masih dikembangkan, bagaimana modusnya, siapa saja orang yang terlibat, dan uang untuk siapa siapa saja,” terang Aditya.

Ia mengaku, sampai saat ini baru Kakon Banjar Sari, Talang Padang yang melaporkan kasua ini. Pihak Polres Tanggamus masih menunggu apabila ada kakon lainnya yang pernah jadi korban keempatnya dalam kasus pemerasan. “Dugaan kami ada korban lainnya, sebab jika mereka berani datangi daerah yang jauh pasti sebelumnya pernah melakukan hal serupa,” tambah Aditya.

Ketua Asosiasi Pemerintahan Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Tanggamus Sahri, membenarkan adanya kakon yang diperas, namun mengaku belum mengetahui jelas masalahnya. “Benar, sekarang masih diproses di Polres Tanggamus, tapi bagaimana masalahnya kami belum tahu,” ujarnya. (sis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com