Pembangunan Pasar Pandawa Lima Abung Timur Menyimpan Tanya

Bagikan
  • 57
  •  
  •  
  •  
  •  

KOTABUMI (HS) – Pasar Pandawa Lima yang mendapatkan bantuan pembangunan pasar tipe C melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2017 senilai Rp. 5.703.610.000,- dari Kementerian Perdagangan ini menyimpan beragam pertanyaan.

Berdasarkan informasi yag dihimpun awak media, pembangunan pasar yang terletak di Dusun Dorowati, Desa Panagan Ratu, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara, merupakan pengalihan pembangunan pasar yang semestinya diperuntukan pada Pasar Pagi Kotabumi. Hasil pantauan, pada Jum’at, (13/10), kondisi Pasar Pagi Kotabumi sangat semrawut.

Mendapati hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Lampung Utara, Wan Hendri, membenarkan adanya pengalihan pembangunan pasar dimaksud.

“Memang benar. Proses awal pengajuan pembangunan pasar tersebut awalnya diperuntukan pada perbaikan pasar pagi. Setelah keluar Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Perdagangan, konsekuensi logisnya harus ada persyaratan yang terpenuhi, salah satunya terkait dengan sertifikat pasar yang point pentingnya menyatakan jika pasar tersebut merupakan aset daerah,” ungkap Kadisdag Lampura, Wan Hendri, saat dikonfirmasi, Jum’at, (13/10), di pelataran Sekretariat Pemkab Lampura.

Lebih jauh dikatakan Wan Hendri, setelah dilakukan pengecekan di lokasi Pasar Pagi Kotabumi ditemukan fakta bahwa pasar dimaksud masih terkait perjanjian dengan pengembang atau pihak ketiga yang pengelolaannya sampai dengan tahun 2024.

“Berdasarkan data tersebut, kami lantas konsultasikan dengan pihak Kementrian Perdagangan ternyata tidak ada toleransi. Jika pasar itu masih terkait dengan pihak ketiga, mereka (Kementrian Perdagangan.red) tidak mau membangunnya,” papar Wan Hendri seraya mengatakan pihak Kementrian Perdagangan menyarankan supaya pembangunannya dialihkan secara resmi.

“Artinya, kita ajukan kembali pengalihan pembangunan pasar tersebut dengan proposal baru yang memenuhi kriteria mereka, mulai dari sertifikat kepemilikan aset pemerintah daerah, dukungan masyarakat, prospek pendapatan dan kajian ekonomisnya serta sejumlah data pendukung lainnya. Nah, ditentukanlah Pasar Pandawa Lima itu yang secara kajia uji kelayakannya memenuhi standar persyaratan,” ujarnya.

Dikatakannya, pihak Kementerian telah melakukan survey dan kajian teknis guna menunjuk pengalihan pembangunan pasar type C pada Pasar Pandawa Lima.

“Selama ini Pasar Rakyat Pandawa Lima buka dua kali dalam seminggu. Oleh sebab itu, pasar ini masuk kriteria pasar type C. Untuk pasar yang buka setiap hari, masuk dalam katagori pasar type A dan B. Prospek pasar Pandawa Lima sangat bagus karena Dusun Dorowati merupakan wilayah yang sangat potensial. Nanti kita buktikan bersama jika pembangunan pasar tersebut sudah selesai dikerjakan,” urainya seraya menghimbau untuk bersama-sama melakukan pemantauan terhadap pembangunan Pasar Rakyat type C, Pasar Pandawa Lima seluas 55 x 23 m2 harus diselesaikan dalam 150 hari kalender.

Diketahui pekerjaan pasar tersebut mulai dilaksanakan sejak awal Juli 2017, yang dikerjakan oleh PT Citra Lampung Permai.(Efri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com