Segel Aset Pemkab Lampura Dicabut, Gundala: Kami Hanya Menagih

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) -Segel gedung Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Utara dan gedung perbendaharaan dibuka Satpol PP Lampung Utara. Penyegelan dua aset pemkab sebelumnya dilakukan para rekanan yang tergabung dalam Koalisi Kontraktor Lampung Utara Bersatu (K2LUB), Jum’at, (13/10).

Kasareskrim Polrest Lampura, AKP Syahrial beserta kesatuan, didampingi Kabid Penegakan Perda Satpol-PP Pemkab Lampura, Nizar, melakukan pembebasan dua gedung tersebut dengan membongkar palang kayu dan pot-pot kembang yang dijadikan rekanan untuk menyegel. Setelah usai melakukan pembongkaran, petugas dihampiri para rekanan yang sempat tidak berada di lokasi demonstrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Kasatreskrim AKP Syahrial yang berada di tengah kerumunan rekanan menjelaskan bahwa pembongkaran tersebut dilakukan atas perintah pimpinan. Dia pun berjanji akan memfasilitasi rekanan dengan pihak Pemkab Lampura.

“Gedung inikan aset negara, bukan punya bupati atau siapapun. Ini aset negara yang patut dan wajib kita lindungi,” tegas AKP. Syahrial kepada para rekanan, Jum’at, (13/10), di tempat kejadian perkara.

“Kalau mau unjuk rasa silakan, tapi sesuai aturan. Tolong jangam anarkis,” tambahnya seraya mengatakan akan melakukan mediasi antara pihak rekanan dan Pemkab Lampura.

“Tadi saya sudah bicara dengan para petinggi di Pemkab. Saat ini ada dana 7 miliar rupiah. Kemungkinan baru akan ada dana lagi akhir Oktober atau maksimal 2 November. Intinya pemkab akan membayar seluruh kewajibannya dengan cara bertahap,” kata Syahrial di hadapan para rekanan yang berunjuk rasa.

Sementara itu, Gundala salah seorang rekanan menyatakan aksi penyegelan dilakukan merupakan wujud dari kekecewaan para rekanan yang kerap kali hanya dijanjikan pencarian dana proyek yang tak kunjung terealisasi.

“Kami tidak anarkis dan tidak melakukan perusakan, Pak Kasat. Kami hanya menagih hak kami yang tak kunjung dipenuhi pemerintah. Kami berharap pak Kasat bisa memfasilitasinya karena kami diburu oleh kontrak yang tertuang. Kami ingin Bupati bisa menjelaskan langsung kesini,” cetusnya.

Usai melakukan dialog dengan para rekanan, AKP. Syahrial menyatakan bahwa dirinya berharap suasana bisa lebih kondusif. Saat ditanya apakah akan mengambil langkah hukum terkait insiden tersebut, AKP Syahrial mengatakan akan mempertimbangkan dan melihat perkembangan.

”kita lihat nanti. Yang pasti, kita tidak akan memperkeruh suasana yang ada,” ujarnya. (efri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com