KOTABUMI (HS) – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar pasar murah. Pelaksanaan akan diselenggarakan di dua desa, Wonomerto 23 Mei 2019 dan Desa Subik, kecamatan Abung Tengah, pada tanggal 28 Mei 2019.
Kepala dinas perdagangan Wanhendri menuturkan tujuan pasar murah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam membeli kebutuhan pokok, dalam rangka menghadapi Idul Fitri 1440 H. Maka saat ini pasar murah digelar didesa Wonomarto,, Kotabumi Utara. Kamis (22/05/19).
“Dalam pasar murah ini kita menjual Gula, terigu, telur, beras gas elpiji ukuran 3 kilogram. Ada subsidi Rp 2.500 perkilogram. Dinas perdagangan memantau harga, menjelang harga stabil, pada awal bulan terjadi gejolak, bawang putih capai Rp 80 ribu, saat ini capai Rp 30 ribu perkilogram.”Terang Wanhendri.
Tim akan terus memantau barang yang diperjualbelikan, serta akan menindak pedagang yang nakal.
Sofyan, Pj Sekda Lampung Utara mengatakan pihaknya menyelenggarakan pasar murah di Desa Wonomerto hari ini. Di bulan Ramadhan, untuk menjaga semangat persaudaraan semakin baik. Menjelang lebaran belanja kebutuhan pokok meningkat.
Meningkat ada berkah tersendiri bagi pedagang. Akan tetapi disisi lain, meningkatnya dapat memicu kenaikan harga. Ini berdampak pada warga yang berpenghasilan rendah. Karena itu pemda memberikan subsidi dalam pembelian sembako melalui pasar murah. Untuk meringankan keluarga miskin, dilakukan pasar murah.
Pasar murah disubsidi Rp 2.500 perbarang yang dijual. Sedangkan jumlah persediaan sebanyak 600 item. Harga jual elpiji 3 kg dijual Rp 17 ribu. Telur dijual Rp 19.500 perkilogram. Terigu Rp 6.500 perkilogram.
Beras 5 kilogram Rp 42.500, Minyak Rp 9.000 perkilogram, bawang putih Rp 28 ribu perkilogram, bawang merah Rp 23 ribu perkilogram.
Rina warga Dusun Tegalsari, Desa Womomerto mengaku dirinya lebih berminat membeli gas elpiji. Sebab di warung dijual Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu pertabung ukuran 3 kilogram. Di pasar murah ini dijual Rp 17 ribu pertabung.
“Lumayan harganya dijual disini bisa separuh harga jual warung,” jelasnya.
Senada dengan Iis warga desa Womomerto, mengaku senang dengan adanya pasar murah. Ia mengatakan di pasar murah ini, membeli telur, tepung terigu, dan minyak. “lumayan murah selisih harganya,” katanya(*/ef).



