Parkir RSU Ryacudu Kotabumi Dikeluhkan

Bagikan
  • 365
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Parkir elektronik di RSU Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara, yang dikelola oleh PT Oto Guardian Solusi, yang belum genap Satu Bulan beroprasi sudah menuai banyak keluhan dari pengunjung rumah sakit terkait dikarenakan tidak sesuainya tarif yang diterapkan.
Untuk memastikan hal itu, Asisten III Pemkab Lampura Efrizal Asryad, menyambangi rumah sakit plat merah tersebut, Selasa (11/4/17).

Apa yang dikeluhkan masyarakat ternyata benar Pasalnya, saat dia melakukan kunjungan dan memarkirkan kendaraan dinas, ketika hendak keluar dari pelataran parkir rumah sakit dirinya dikenakan biaya parkir sebesar Rp 5 ribu, padahal keberadaan mobilnya di areal parkir tersebut tak kurang dari 1 jam. Terlebih saat diminta bukti pembayaran, petugas parkir mengatakan jika mesin dalam keadaan rusak.
“Saya mendapatkan informasi dari tadi malam, dan saya praktekkan tadi pagi, belum sampai satu jam saya parkir dan keluar diminta bayar Rp5000 dan saya minta paktur tanda bukti bayar, tapi mereka mengatakan mesinnya rusak,”kata Efrizal Arsyad.
Menurutnya, dalam pengajuan kerjasama terdahulu pihak perusahaan akan mengelola tempat parkir disekitaran RSUD Ryacudu Kotabumi, dengan memberlakukan tarif parkir untuk 2 jam pertama Rp2000 bagi kendaraan roda dua dan Rp3000 untuk roda empat.”Saya saja selaku pegawai dan juga salah satu diantara orang yang menandatangani MoU kerjasama itu diperlakukan seperti ini, apalagi dengan masyarakat biasa. Ini sudah melebihi batas dan pungli yang dilakukan itu sudah melanggar kesepakatan yang mereka ajukan. Belum lagi ditambah dengan kondisi parkir yang memakan badan jalan didepan RSUD itu,”tegasnya.
Pasca kejadian itu, lanjut Effrizal, perwakilan RSUD Ryacudu Kotabumi dan pengelola parkir menemuinya untuk menyampaikan klarifikasi.
“‎Perusahaan yang mengajari pungli, karena menurut pengakuan pihak pengelola mereka sudah pernah mengajukan perbaikan, tapi belum juga dilakukan perbaikan, itu yang disampaikan perwakilan dari pengelola atau pihak RSUD Ryacudu Kotabumi, saat menghadap saya,”jelas Effrizal
Lebih lanjut Efrizal Arsyad mengatakan, jika hal itu tidak segera dilakukan pembenahan maka Pemkab Lampung Utara kemungkinan besar akan melakukan pemutusan kerjasama, karena apa yang sudah dilakukan pihak pengelola merupakan tindakan pungli.‎”Jika tidak sesuai dengan ketentuan awal maka pemutusan kerjasama kemungkinan akan kita lakukan. Saya akan panggil pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi dan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD),”tukasnya.
Terpisah, Fredi selaku koordinator parkir mengakui adanya insiden yang terjadi. Menurutnya, kejadian itu dikarenakan adanya kerusakan mesin, dan itu kerap terjadi.”Mesin itu memang sering mati. Sudah kami laporkan ke perusahaan. Dan memang banyak orang yang sudah protes terkait mesin yang sering rusak,” Jelasnya.(efry).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com