Panwaslu Mesuji Masih Selidiki Dugaan Pelanggaran Pemilukada

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mesuji – Panitia Pengawas Pemilu Mesuji bergerak cepat terkait insiden pemukulan terhadap Pasangan Calon Bupati Mesuji Khamami oleh oknum Pasangan Calon nomor urut 1 di Desa Pancawarna, Way Serdang, Mesuji belum lama ini.

Anggota Panwaslu Bidang Divisi Penindakan dan Hukum Imron Thalib, akan memanggil Camat Way Serdang Andi Subrastono terkait insiden keributan saat pembekalan Linmas di Desa Pancawarna, Mesuji belum lama ini.

“Camat Way Serdang Andi Subrastono akan kita panggil, ini terkait insiden dan laporan yang disampaikan oleh Paslon nomor 1. Pemanggilan ini tidak lain untuk mempertanyakan kapasitas undangan tersebut,” jelas Imron kepada media ini.

Imron menjelaskan, selain mempertanyakan kapasitas undangan terhadap Paslon nomor 2, kita juga akan mempertanyakan insiden tersebut bisa terjadi, ditambah adanya laporan yang disampaikan kuasa hukum paslon nomor 1.

“Hari ini kita akan mempertanyakan kepada camat, bila memang terbukti maka akan kita tindak tegas sesuai aturan,” singkatnya.

Sebelumnya Imron membenarkan bahwa Calon Bupati Febrina LT dan Adam Ishak melaporkan Calon Bupati Khamami saat menghadiri pembekalan linmas di Desa panca Warna Kecamatan Way Serdang.

“Paslon 1 datang melaporkan Paslon 2 dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan paslon 2 dan camat Way Serdang perihal pelantikan dan pembekalan linmas. Hari ini laporan telah diterima, dan kita proses mulai dari Klarifikasi saksi – saksi pelaporan,” ujar Imron.

Ketika di tanya terkait pelanggaran yang dilakukan oleh paslon 1 dalam insidene pemukulan paslon 2, Imron enggan memberikan tanggapanya. Bahkan terkesan cuci tangan dalam hal ini ia mengatakan ranah tersebut kini telah masuk kedalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

“Kalau terkait akan hal itu mungkin nanti bisa menanyakan kepada pihak kepolisian. Karena kita saat ini lebih fokus terhadap pelanggaran pilkadanya dan itu adalah ranahnya panwas. Kalau diluar dari konteks itu mungkin ada yang lebih pas untuk menjelaskannya,” kilah imron

Sementara itu saat disinggung lemahnya pengawasan Panwas Kecamatan. Imron, menampiknya dengan beralasan bahwa pada saat kejadian panwascam belum bisa melaporkan.

“Panwascam selalu bekerja sesuai dengan tufoksinya. Panwascam di 7 Kecamatan dan ppl kita selama ini aktif memberikan laporan kepada kita. Mungkin pada saat pelanggara terjadi bisa dikatakan kecolongan, bisa dikatakan tidak apa mereka tengah istirahat atau sedang tidak berada di lokasi,” tukasnya.

Hendriza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com