Arogan Betul! Panwas TPS-2 Beringin Raya Larang Jurnalis Liput Pencoblosan

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Upaya menghalangi kegiatan jurnalistik dapat dikenakan sanksi sesuai UU Pokok Pers dan Keterbukaan Informasi.

Bandar Lampung (HS) – Hari pemungutan suara Pilkada serentak, hari ini, dilaksanakan di seluruh Indonesia. Namun yang terjadi di TPS 2 Beringin Raya ini menggelikan dan bikin kesal. Entah karena baru mendapat peran sebagai penguasa kecil menjadi panitia pengawas atau memang karakter pribadi yang arogan.

Wati, begitulah wanita yang bertugas sebagai abdi pemilu panitia pengawas di TPS 2 Beringin Raya, menampilkan arogansi dengan melarang jurnalis hariansumatera.com mengambil gambar sekaligus meliput pelaksanaan pemilihan kepala daerah Bandar Lampung, Rabu (9/12/2020).

Kronologis, penulis sebagai warga Bandar Lampung menggunakan hak pilih di TPS-2 Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, sekaligus melakukan tugas sebagai Jurnalis untuk meliput kegiatan pencoblosan dalam situasi Pandemi Covid-19.

Wati, entah karena merasa dirinya menjadi pengawas yang bisa mengawasi apa saja, melarang Jurnalis/Wartawan meliput. Cara bicaranya pun tidak beretika, membentak!

Patut diingat oleh Wati, yang mungkin sudah menguasai perundang-undangan di NKRI, bahwa upaya menghalangi kegiatan jurnalistik dapat dikenakan sanksi!

Situasi pencoblosan di TPS-2 Beringin Raya cukup kondusif, dengan melaksanakan Protokol Kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak dan masih masker. Warga yang melakukan pencoblosan kami tidak berkerumun, tertib dan menjaga jarak. (Aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com