Oknum Guru SD Diduga Lakukan Kekerasan Seksual pada Siswi di Lampung Utara

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Kekerasan seksual pada anak (pedofilia) terhadap bocah sekolah dasar (SD) kembali terjadi di wilayah hukum Lampung Utara. Pelaku masih berkeliaran.

Seperti kejadian di salah satu sekolah dasar negeri di Kecamatan Tanjung Raja. Diduga salah seorang oknum guru berinisial S melakukan tindak tidak senonoh terhadap siswanya yang baru duduk di bangku kelas tiga.

Setidaknya ada tiga korban, yakni L, F dan A dan beberapa lainnya yang berada disana. Mirisnya tidak dapat berbuat banyak, hanya bisa bungkam padahal diduga hampir seluruh siswa disana mendapatkan perlań∑uan kurang menyenangkan itu atau pelecehan seksual.

“Kejadian itu sekitar beberapa pekan lalu, Kamis (30/1/2020), mereka terakhir membubarkan diri usai pelajaran olah raga berakhir. Mereka mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari sang guru,” kata salah seorang kerabat korban yang enggan disebutkan namanya itu kepada awak media, Sabtu (1/2/2020).

/iklan-bpkad-lu.jpg

Korban pertama, kata dia, kemaluannya di raba-raba dengan cara merogoh celananya (L). Lalu, diremas-remas payudaranya (F) dan yang terakhir urung dilakukan karena melawan saat akan diperlakukan tidak senonoh (A), sehingga terjatuh karena didorong pelaku.

“Kejadian ini sebenarnya sudah sering terjadi, tapi itu tidak pernah sampai terdengar keluar. Dan saat kejadian itu, para orang tua korban mendengar pengakuan anak sontak mengadu kepada kepala sekolah. Dan pihak sekolah melarang sang guru untuk mengajar (nol jam), “terangnya.

Itu, menurutnya telah disetujui melalui perjanjian karena telah selesai dibawah tangan. Sehingga tidak hukuman dikenai kepada oknum guru tersebut, dan berdasarkan informasi ada salah seorang wali murid kesal dan membawanya keranah hukum.

“Kalau informasinya begitu, ada yang melapor tapi tidak diketahui jelas kelanjutannya. Buktinya pelaku masih bebas berkeliaran, itu membuat kami kesal karena seperti tidak ada artinya perlakuan terhadap anak kami ini. Padahal salah satu wali murid korban telah melaporkannya kepada polsek setempat,” pungkasnya.

Kepala Sekolah Dasar Negeri setempat, Darul mengelak bila ada kejadian itu disekolah dipimpinnya. “Tidak ada itu (pelecehan siswa) yang dilakukan oknum guru disekolah, informasi tentang masalah tersebut tak ada,” elaknya. (efri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com