‘Ngatain’ Bodoh, Kepala Sekolah SDN 10 Kedondong Pesawaran Dinilai Arogan dan Sok Jago

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Zulpie S.Pd., kepala sekolah SDN 10 Kertasana, Kedondong, Pesawaran

Kedondong (HS) – Masih soal kepemimpinan Kepala Sekolah SDN 10 Kertasana, Kecamatan Kedondong, Pesawaran, yang dinilai kontroversial, kali ini keluhan datang dari mitra kerja. Sebelumnya, Zulpie S.Pd., kepala sekolah SDN 10 Kertasana, membuat pernyataan jika ada kepala sekolah yang melaporkan SPJ dana BOS ke dinas itu adalah tindakan bodoh.

Komentar datang dari sesama kepala sekolah SD di wilayah Kedondong. Kepala sekolah ini menyatakan Zulpie, yang juga merangkap Koordinator Kecamatan (Korcam) di wilayah Kedondong, terlihat kerap bertindak arogan dan temperamental.

Tanpa basa basi, dia menyatakan, “Pak Zulpie itu sok gagah, sok jago, dan sok kebal hukum”.

Sumber hariansumatera.com menambahkan, selama menjabat Korcam, Zulpie jarang ngantor. “Dia juga tidak pernah menginstruksikan kami para kepala sekolah. Setiap pencairan Dana BOS, kami selaku kepala sekolah mengambil masing-masing. Begitu pula dengan semua kegiatan apa saja. Kami pun jalannya masing-masing, tanpa adanya komando dari Korcam,” kata sumber yang nama dan jabatannya ada di redaksi.

Dia menjelaskan tentang kondisi di SDN 10. Tak lama Zulpie menjabat kepsek SDN 10, dia merombak struktur komite. Ketua komite sebelumnya dijabat Ustadz Taswini, kini beralih ke Taswini (kebetulan namanya sama).

“Pergantian tidak dirapatkan di komite, nah yang sekarang Wakil Ketua Komite itu Firmansyah, Kepala Desa Pasar Baru, sedangkan Sekretaris Ebi,” kata dia.

Salah anggota Komite Sekolah berkomentar lebih pedas atas kepemimpinan Zulpie. Dia menilai pria ini memang arogan dan temperamental. Malah mengangkangi peraturan juga.

“Seenaknya dia mengganti pengurus komite. Padahal dia tak pernah sekalipun mengadakan rapat dengan kami. Tak pernah memikirkan kemajuan sekolah, apalagi mau membantu siswa yang tidak mampu,” kata dia.

Dia meminta Zulpie menghargai setiap individu yang ingin memajukan sekolah. “Hargai kami kalau mau maju! Saya ini juga pimpinan desa,” dia menegaskan.

tgm-ad-2.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com