Nelayan Rawajitu Berharap Pemerintah Bangun SPBN

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mesuji – Para nelayan di wilayah Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, berharap pemerintah memberikan bantuan khusus terkait tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) di tingkat eceran.

Saat ini nelayan di wilayah Kecamatan Rawajitu Utara yang baru lepas dari induknya, Kabupaten Tulang Bawang harus membeli bensin/premiun serta solar secara eceran, sehingga harganya lebih mahal apabila dibandingkan langsung membeli di Stasium Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Terus terang kenaikan harga BBM beberapa waktu yang lalu sangat memberatkan kami sebagai kaum nelayan. Setidaknya untuk nelayan di beberapa wilayah Kecamatan ini , mereka harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membeli BBM yang dibelinya secara eceran.

Tingginya harga BBM bakal menambah biaya opersional, sementara nelayan tidak bisa menentukan harga ikan serta hasil tangkapan lainnya,” unjar Ali yang dekat dengan sesama kaum nelayan.

Iapun menjelaskan untuk meringankan beban nelayan, sudah selayaknya pemerintah memberikan bantuan SPBU khusus bagi nelayan yang ada di sini. Dengan demikian, nelayan langsung membeli BBM di tempat tersebut.

Harga beli bensin dan solar langsung ke SPBU, lebih murah apabila dibandingkan eceran, dengan selisih antara Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per liter.

“Saya berharap pemerintah memberikan bentuk perhatian yang lain, khusus terhadap nelayan dalam permasalahan tingginya harga BBM. yang dibutuhkan nelayan adalah dukungan untuk bisa menjalakan profesinya dalam jangka yang panjang,” tutur Ali kepada Media ini.

Iapun menambahkan untuk meringankan beban nelayan, sudah saatnya di wilayah Kecamatan Rawajitu Utara yang sebagian besar adalah kampung nelayan terdapat SPBN atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar khusus Nelayan. Dengan fasilitas tersebut, nelayan bisa lebih mudah mendapatkan akses untuk membeli BBM.

“Ke depan kebutuhan BBM bakal semakin banyak. Untuk sekali melaut, rata-rata perahu membutuhkan 20 hingga 25 liter solar atau bensin, bahkan bisa lebih,” singkatnya.

Terpisah nelayan lainnya yang berada di Kampung Tua Kuala Mesuji dan sekitarnya,mengaku pasrah dengan kondisi yang dihadapi seperti sekarang ini. Semakin mahal harga BBM, maka beban yang harus ditanggung ikut bertambah pula pastinya.

“Mau bagaimana lagi. Bagi kami yang penting mendapat banyak hasil tangkapan di laut sehingga bisa lancar membeli BBM. Kalau bisa usul sih harga BBM yang ada di eceran sama dengan yang ada di SPBU,” harapnya.

Dia mengungkapkan beban nelayan bakal semakin berat ketika datang masa paceklik ikan atau tangkapan yang lain seperti saat ini. Artinya nelayan tidak mendapatkan penghasilan, sebaliknya jumlah hutang yang semakin bertambah.

“Seperti saat ini saja banyak nelayan yang tidak melaut karena sedang masa paceklik. Saya berharap nasib nelayan lebih diperhatikan oleh pemerintah daerah, setidaknya taraf kehidupan dapat semakin baik kedepannya,” tukasnya.

Hendriza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com