MTM Temukan Indikasi Korupsi Dari Proyek BPJN Dengan Anggaran 45 M Lebih

Bagikan Berita

BANDAR LAMPUNG (HS) – Proyek jalan Nasional Milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Lampung, Preservasi Jalan dan jembatan Ruas BTS. Provinsi Bengkulu – Sp. Gunung Kemala – Padang Tambak, senilai 46 miliar lebih disoal oleh Masyarakat transparansi Merdeka (MTM) Provinsi Lampung , pasalnya ketua MTM Lampung Ashari Hermansyah bersama tim kerja telah melakukan Investigasi dilapangan selama dua (2) hari, sejak Sabtu kemarin, Selasa (14/07/2026).

Proyek jalan nasional yang menelan angka 46 miliar lebih, Rentan dengan penyimpangan dan tindakan koruptif, penyebab utamanya adalah kurangnya pengawasan dilapangan dan juga adanya dugaan pengurangan volume pekerjaan serta ketidaksesuaian spesifikasi serta tidak memiliki papan nama proyek,” ungkap Ashari kepada media.

Ia katakan, survei dengan pengambilan sample di beberapa titik dan beberapa item pekerjaan dimulai dari arah jalan lintas Liwa, Pekon Pura Laksana, Kecamatan Way Tenong hingga masuk wilayah Taman nasional Bukit Barisan (TNBB) Liwa, Krui di Kabupaten Lampung Barat dan perbatasan Simpang Gunung Kemala,” ujarnya.

Menurut ashari, dari investigasi yang dilakukan bersama tim terdapat pekerjaan tanah longsor, , tambal sulam, overly, pasangan kawat bronjong, dan drainase, dari semuanya yang sudah dilakukan investigasi mengarah pada bentuk dugaan penyimpangan pelaksanaan.

Kemudian ia menyimpulkan sementara dalam pelaksana survei perdananya bahwa pekerjaan tersebut terindikasi melakukan dugaan penyimpangan yang berpotensi mengarah pada perbuatan melawan hukum atau disinyalir melakukan permufakatan jahat dengan tidak melakukan fungsi pengawasan secara komprehensif,” tegas Ashari.

Oleh karenanya kami telah mengirim surat konfirmasi berikut gambar hasil survei kepada kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) provinsi lampung,melaui Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 2 Provinsi lampung untuk dapat diindahkan dan diberikan jawaban klarifikasi.

Pelaksanaan survei dan investigasi akan kami lakukan susulan nanti dikemudian hari, karena menurutnya arah dari padang tambak, sekincau hingga di perbatasan Gunung kemala kondisi jalan disana harus mulus tanpa adanya kerusakan, karena menurutnya banyak sekali kondisi jalan yang mengalami retak kulit buaya, retak memanjang, retak pinggir, bergelombang bahkan terdapat jalan yang berlobang,” ujarnya.

Untuk itu ia meminta kepada masyarakat disana dari arah kecamatan padang tambak sampai kearah TNBB serta perbatasan simpang Gunung kemala, untuk saling memantau pelaksanaan jalan tersebut, dan tidak ada lagi jalan yang rusak, jembatan yang rusak, dan drainase yang rusak,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan pihak MTM Lampung akan Menunggu jawaban klarifikasi dari Pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Lampung.

https://www.hariansumatera.com