Miris! 23 Tahun Pemkab Tulang Bawang Belum Mampu Ubah Pola Hidup Sehat Warga

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Menggala (HS) – Miris! 23 tahun sudah Kabupaten Tulang Bawang berdiri, tetapi sayangnya soal jabanisasi buat warga miskin belum teratasi, umumnya masih menggunakan WC cemplung. Sudah pasti jauh dari pola hidup sehat, Minggu (08/03/2020).

Masih banyak warga miskin di Kabupaten Tulang Bawang belum memiliki MCK, masih menggunakan WC cemplung, di Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Rawajitu Timur, Rawa Pitu, dan Genung Meneng umumnya warga menggunakan WC cemplung, bisa duduk nongkong membuang hajatnya di saluran tanggul penangkis.

“Katakan Tidak !! Dengan WC Cemplung,”, Kata Serda Widiyanto Babinsa Koramil 426-02/Menggala-Kodim 0426 Tulang Bawang.

Dalam rangka menciptakan pola hidup warga masyarakat yang bersih dan sehat, petugas kesehatan, Apartur Kampung dan Babinsa, melaksanakan operasi WC Cemplung yang masih dimiliki dan dipergunakan oleh sebagian warga masyarakat Kampung Gunung Tapa Tengah, Kecamatan Gedung Meneng, Sabtu, (07/03)

Patut dibanggakan apa yang dilakukan Serda Widiyanto kepada wartawan menjelaskan, kegiatan operasi terhadap WC Cemplung yang masih dimiliki dan dipergunakan oleh warga, sudah di komunikasikan dan dikoordinasikan dengan seluruh warga. “Hari ini kami dari aparat Kampung, Tenaga Kesehatan, Babinsa dan warga masyarakat mengeksekusi WC Cemplung yang masih ada, dan masih dipergunakan,, yang masih kedapatan WC cumplung itu langsung ditimbun, ” kata baminsa yang mendapat apresiasi masyarakat luas..

“Mari katakan “TIDAK” dengan WC Cemplung, agar warga masyarakat bisa hidup sehat” imbuan Serda Widiyanto.

Yusnadi Kepala Kampung Gunung Tapa Tengah menuturkan, bahwa masyarakatnya sudah sepakat untuk tidak menggunakan WC Cemplung dan kegiatan sekarang pemusnahan atau eksekusi terhadap WC cemplung, kita laksanakan sekarang.

Dan mulai hari ini (07/03) Kampung Gunung Tapa Tengah menyatakan “Nol WC Cemplung” dan bagi warga masyarakatnya yang belum memiliki jamban sehat, sudah di komunikasikan dan dikoordinasikan dengan warga masyarakat, mereka bisa dan diijinkan menggunakan jamban milik tetangga kanan kirinya, tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh ibu Nurmeili petugas kesehatan, bahwa operasi WC Cemlung memang harus dilaksanakan dalam rangka mewujudkan pola hidup warga masyarakat yang bersih dan sehat.

Lanjutnya, dampak penggunaan WC Cemlung sangat tidak baik bagi warga, karena bibit penyakit (Virus, Bakteri dan Cacing) akan sangat mudah berkembang di kotoran/tinja, dan melalui lalat akan tersebar dan menjadi wabah penyakit khususnya DIARE bagi warga masyarakat, tegasnya. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com