Menilik Aktivitas Kantor Kecamatan Kedondong Pesawaran

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kedondong (HS) -Sejumlah keluhan dilontarkan mitra kerja maupun staf kantor Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran. Aktivitas di tempat pelayanan publik ini sepertinya menurun dan etos kerja staf nyaris jatuh ke titik nadir. Pengakuan sejumlah orang, pekerjaan mereka lebih banyak ditangani langsung sang pemimpin: camat.

Merespon keluhan, pada Rabu (16/3), Hariansumatera.com mencoba menelisik aktivitas di kantor tersebut. Ketika sampai di depan bangunan kantor ini, memang sudah tampak tanda-tanda aktivitas yang meredup. Dari luar halaman, bangunan itu tampak sunyi sepi. Tak seperti beberapa tahun lalu yang terlihat aktivitas tinggi.

Ketika mencoba masuk, benar saja, di dalam hanya ada 3 staf kecamatan. Mereka sepertinya tidak sibuk dengan pekerjaan, hanya tampak memainkan handphone masing-masing. Setelah uluk salam, kami mencoba menanyakan kemana staf lain.Salah seorang menjawab ada yang sedang disuruh camat, ada yang masih beli kopi di luar, dan ada juga yang belum datang ke kantor.

Dari seorang sumber yang bertugas di kantor kecamatan, sebagian staf belakangan enggan masuk kerja. Alasannya kantor tak banyak kegiatan dan mereka tidak dilibatkan dalam pekerjaan. “Selama 1,5 tahun camat yang sekarang, saya tak pernah dilibatkan dalam kegiatan kantor ini,” ungkap sumber tersebut.

Keluhan lain, biaya operasional banyak ditiadakan. Kalau ada tamu, kata dia, kantor tak bisa menyuguhkan meski sekadar kopi. Semua harus beli dari luar. Ketersediaan alat tulis kantor pun nyaris kosong. “Masa kalau kertas habis, saya harus beli sendiri,” katanya lagi.

Perlengkapan pendukung semisal printer pun rusak. Tinta habis. Bahkan listrik di kantor ini juga pernah disegel PLN. Sebab, hampir 3 bulan tak terbayar. “Padahal biaya-biaya itu semua teranggarkan. Entah kemana dananya,” keluh sumber tersebut. Dia menyarankan hariansumatera.com bertanya langsung kepada camat.

Beruntung, Camat Kedondong Minak Yakin berada di tempat hari itu. Ketika dikonfirmasi, dia mengatakan sepinya kantor karena staf sedang dia tugaskan menagih pajak desa. “Mereka bertugas menagih pajak desa yang banyak belum membayar, itulah kenapa kantor sepi,” kata Camat.

Ketika akan ditanyakan perihal keluhan lain dan kondisi kantor kecamatan, Camat Minak Yakin meminta media untuk ngobrol lain waktu. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com