Masyarakat dan Jemaah Pertanyakan Wacana Alih Fungsi Masjid Islamic Center

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Agung (HS) – Masyarakat dan Jemaah pertanyakan wacana alih fungsi Masjid Islamic Center menjadi Mall Pelayanan Public oleh Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Menurut Asnuri jemaah sekaligus ustadz pengajar Tempat Pengajian Alquran (TPA) Masjid Islamik Center yang mengajar sekitar 30 an santri, dengan adanya khabar tersebut membuat kebimbangan dan keresahan jemaah dan santri yang belajar mengaji.

Untuk itu, diharapkan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memberikan kepastian ataupun penjelasan jangan membuat tanda tanya seperti saat ini.

“Masjid Islamic sekarang sudah ada kepengurusan, jemaah juga sudah semakin banyak karena sudah ramai pemukiman warga bahkan disini sudah ada komplek perumahan. Kemudian kegiatan tempat pengajian anak aktif, sekitar 30 an anak belajar mengaji. Jadi kalau memang ada wacana kami harap dikaji ulang oleh pemerintah, ” katanya. Kamis (11/02/2021)

Kemudian Abu Ahmad warga Kota Agung mengatakan, Pemkab juga tidak bisa langsung menggelontorkan program pengalih fungsian suatu fasilitas umum, apalagi fasilitas sosial keagamaan yang sangat sensitif dimasyarakat.

Harus ada kajian publik dampak sosial dan reaksi sensitifitas religious keagamaan yang bisa melekat pada diri masyarakat. Adapun kajian publik dalam proses alih fungsi fasilitas umum ataupun pembangunan fasilitas umum ada dalam aturan undang undang, jadi tidak serta merta Pemkab bisa alih fungsikan.

“Kami minta kejelasan, apa benar kabar tersebut, kami mendengar langsung dari orang pemda yang mengecek lokasi masjid bahwa akan ada pengalih fungsian Masjid Islamik Center ini. Jika benar apa yang ada dipikiran pemimpin kita ini, sehingga masjid yang tadinya tempat suci, rumahnya Allah ingin di rubah peruntukkannya, menjadi Mall Pelayanan, yang tentunya banyak yang hal keduniaan, tentu menjadi imez tidak baik kedepan. Apa tidak ada lahan atau bangunan yang tidak bermanfaat lainnya di Tanggamus, laju masjid besar islamic center ini malah disasar, ” katanya

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanggamus Hamid Heriansyah Lubis membenarkan adanya wacana dan perencanaan alih fungsi Masjid menjadi gedung pelayanan atau Mall Pelayanan Satu Pintu tersebut.

Menurut Hamid H Lubis wacana tersebut karena dengan majunya tekhnologi Kabupaten ini membutuhkan gedung untuk meningkatkan pelayanan kependudukan dan gedung tersebut sangat dibutuhkan masyarakat.

Namun untuk membangun gedung pelayanan tersebut apalagi seperti gedung Mall Pelayanan yang ada di Bandar Lampung cukup besar anggaran dana yang dibutuhkan.

“Oleh karena itu yang terpenting secara tekhnologi informasi ini terpenuhi, jadi ada wacana perencanaan menggunakan Masjid Nurul Faizin Islamic Center karena disaat yang bersamaan kita juga akan membangun Masjid Agung Kabupaten di pinggir jalan Nasional tidak seperti Masjid Islamic yang jauh ke dalam sekitar 2 atau 3 kilometer, dan juga kurang terawat, maka ada perencanaan alih fungsi tersebut, ” katanya.

Hamid H Lubis mengatakan, dalam salah satu visi misi Kabupaten yakni membangun masyarakat yang agamis. Untuk itu Pemkab berencana membangun Masjid Agung Kabupaten dipinggir jalan Nasional didalam ibu kota Kabupaten atau disekitarannya.

“Membangun Masjid Agung tersebut juga cita cita Tanggamus yang mana sejak tahun 1997 berdiri Kabupaten ini, belum memiliki Masjid Agung, ” ujarnya.(Riz)

hs-krs-22.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com