Marga Tionghoa Bertemu Bupati Lampura, Bahas Apa?

Bagikan Berita

KOTABUMI (HS) – Pengurus Panguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), beraudensi dengan Bupati Lampung Utara (Lampura), H. Agung Ilmu Mangkunegara, dengan didampingi, Plt. Kepala Badan Kesbangpol, Fadly Ahmad, Kepala Dinas PUPR, Syahbudin, Kabag Humas, Martahan Samosir, Utara.Jumat (15/3/19).

Ketua PSMTI Kabupaten Lampura, Hendrick (Amyun), didampingi Feng Kurniawan (Ahoy) Wakil Ketua, Latif Thalib – Sekretaris, Alex Wijaya – Bendahara, Kurniawan Hendro – Sosial dan Tjahyana – Humas PSMTI, diterima langsung oleh Bupati beserta jajarannya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Agung, berharap kepada jajaran Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) agar turut serta bersama Pemerintah mensukseskan Pembangunan terutama membangun Perekonomian di Kabupaten berjuluk Bumi Ragam Tunas Lampung ini.

Bupati yang memastikan menjabat dua priode ini, juga mengajak Investor untuk berinvestasi di Kabupaten Lampura. Selain itu, ajang silaturahmi ini bisa dijadikan sebagai media pemersatu umat beragama di Lampura, tidak terkecuali umat Tionghoa.

Untuk itu, Agung mengharapkan agar selalu menjaga rasa kesatuan dan persatuan dengan mengedepankan sikap toleransi dan saling menghargai antar umat beragama.

“Dari dulu sampai sekarang, Saya tidak pernah melihat ada gesekan antar umat beragama di Lampura, dan kondisi yang sudah kondusif ini kedepannya harus tetap dipertahankan. Karena sikap toleransi dan kerukunan antarumat sangat diutamakan. Saya tidak mau masyarakat di Lampura terpecah belah, karena semua warga di daerah ini mempunyai kontribusi yang sama di dalam membangun Kabupaten Lampura tercinta ini,” kata Agung.

Kedepan, Bupati berharap, agar kerja sama yang sudah terjalin dengan baik ini tetap terjaga, karena pembangunan di Kabupaten Lampura akan berjalan dengan sukses apabila harmonisasi serta kerukunan umat beragama terus dijaga.

“Dengan adanya audensi ini. Kedepan investor luar, dapat berkontribusi dalam menginvestasi Kabupaten Lampura, agar lebih maju lagi,”kata dia.

Bupati menerangkan, Pemkab Lampura tidak memandang suku, agama dan ras atau suatu gologan. Sebab, program pemerintah dalam wisata religi selain agama islam tentunya ada agama lain, seperti umat agama keristen, katolik, hindu dan budha.

“Sebagai contoh, sektor keagamaan, warga tionghoa yang memeluk agama Budha mendapat wisata realigi ke India untuk menjalankan ibadah,” kata dia.

Ia juga berharap agar, warga eknis tionghoa dapat memajukan perekonomian bersama. Sebab, warga tionghoa memiliki jariingan yang dapat memasukan investor ke Kabupaten Lampura.

“Untuk mengurus perizinan saat ini sudah ngampang. Jika terdapat pihaknya melakukan pungutan liar, maka bisa dapat dilapirkan secara langsung kepada saya. Selanjutnya akan ditindak tegas,” pungkasnya.(ef).

https://www.hariansumatera.com