Makan Sambil Berdiri? Islam Tak Menganjurkan, Ini Resikonya

Bagikan

DALAM Islam, ada sunnah untuk tidak berdiri saat makan dan minum. Dilihat dari sisi ilmiah, kebiasaan ini rupanya memang bisa berefek buruk bagi tubuh.
Banyak orang mungkin berpikir bahwa makan berdiri lebih baik bagi tubuh karena ada pergerakan yang terjadi. Dengan makan sambil berdiri dan jalan, seseorang akan melakukan lebih banyak langkah setiap harinya.

Faktanya anggapan itu tidak tepat. Masih banyak hal lain yang bisa mengubah pola hidup menjadi sehat.

Dr. Berookim selaku ahli gastroenterologi menjelaskan pro dan kontra dari kebiasaan makan sambil berdiri tegak. Dirangkum dari livestrong.com (18/06), berikut ini adalah penjelasan mengenai efek buruk dan pengecualian makan sambil berdiri yang dijelaskan oleh pakar kesehatan.
1. Efek Buruk dari Makan Berdiri :
Makan sambil berdiri memiliki beberapa efek buruk bagi pencernaan. Ini karena asupan makanan akan mengurangi aliran darah yang dibutuhkan pencernaan sehingga timbul beberapa gejala. Selain itu makan berdiri juga bisa menyebabkan makan yang berlebih.

A. Dapat Menyebabkan Gas dan Kembung
Dr. Berookim mengatakan bahwa secara fisiologis makan sambil berdiri akan menyebabkan darah menggenang di kaki. Kondisi tersebut mampu mengurangi aliran darah yang cukup ke usus yang dibutuhkan untuk pencernaan.

Jika hal ini terjadi, maka pencernaan akan terganggu dan biasanya ditandai dengan gejala seperti perut bergas dan kembung.

Makan sambil berdiri umumnya dilakukan pada suatu acara besar seperti acara pernikahan atau pesta. Pada acara ini orang biasanya terdorong untuk makan lebih cepat karena mereka ingin mencicipi makanan lainnya.

Makan sambil berdiri umumnya dilakukan pada suatu acara besar yang mendorong orang untuk makan lebih cepat. Foto: iStockphoto
Mereka mungkin mengunyah makanan dengan lebih cepat kemungkinan akan menelan lebih banyak udara sehingga menyebabkan lebih banyak gas di perut.

B. Dapat Menyebabkan Makan Berlebihan
Orang yang makan sambil berdiri biasanya akan makan lebih cepat, yang pastinya menghasilkan waktu makan yang lebih pendek juga.

Dr. Berookim mengatakan, kecepatan waktu tersebut ternyata mendorong makan berlebihan karena beberapa alasan.

Pertama, berdiri sambil makan yang biasanya diikuti dengan gerakan akan mendorong pencernaan lebih cepat dan mungkin membuat seseorang merasa cepat lapar.

Kedua, ketika makan cepat sambil berdiri, seseorang akan lebih mudah terganggu sehingga akan hilang fokus kepada makanan dan kurang menikmati setiap gigitan. Inilah yang menjadi penyebab perut kurang kenyang.

Seperti apa yang dijelaskan oleh Dr. Berookim bahwa semakin banyak waktu yang dimiliki seseorang untuk mengunyah makanan, semakin kecil kemungkinan seseorang makan lebih banyak.

2. Apakah Ada Manfaat Makan Sambil Berdiri?
Bagi sebagian orang, makan berdiri dapat membantu meringankan gejala refluks asam yang berarti ini baik untuk pencernaan. Foto: iStockphoto
Meskipun ada efek buruk dari makan sambil berdiri, ternyata ada juga manfaatnya, namun sifatnya lebih seperti pengecualian. Pasalnya manfaat ini bakal lebih terasa bagi seseorang dengan kondisi tertentu.

Bagi sebagian orang, makan berdiri dapat membantu meringankan gejala refluks asam, yaitu salah satu keluhan masalah gastrointestinal paling umum, kata Dr. Berookim.

Refluks asam ini akan terjadi ketika peningkatan tekanan di perut memicu isi perut termasuk makanan, asam, dan cairan pencernaan untuk kembali ke kerongkongan.

Akhirnya kondisi ini akan menyebabkan gejala seperti mulas atau sendawa. Refluks asam itu akan meningkat ketika seseorang berbaring setelah makan. Ini karena dalam posisi telentang, makanan dan asam dapat mudah mengalir kembali dari perut ke tenggorokan.

Sebaliknya, posisi berdiri akan mengurangi tekanan pada perut, ini berarti makan berdiri akan lebih sedikit mengurangi refluks asam dan mulas.

3. Seberapa Buruk Makan Sambil Berdiri?
Makan berdiri maupun duduk diperbolehkan asal tetap berhati-hati dan makan sesuai kebutuhan tubuh. Foto: iStockphoto
Dr. Berookim mengatakan bahwa sebenarnya semua posisi makan itu menjadi pilihan masing-masing. Makan berdiri maupun duduk diperbolehkan asal tetap berhati-hati dan makan sesuai kebutuhan tubuh.

Orang yang lebih memperhatikan makanannya dan mengunyah makanan dengan perlahan, akan lebih puas. Selain itu makan dengan perlahan tentu akan mengurangi segala risiko yang mungkin terjadi seperti tersedak

https://www.hariansumatera.com