Lucu, Kepala Sekolah Mengaku 1 Tahun Lupa Cairkan Dana BSM

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi – Ada-ada saja cara orang berkelit. Ini terjadi Lampung Utara, menyangkut persoalan penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP).  Oknum Kepala Sekolah ‎Dasar Negeri 2 Ogan Jaya, Lampung Utara, Suhaili, mengaku lupa mencairkan anggaran dari bank.

Seperti diurai pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampura, pengakuan kepala sekolah tersebut sangat menarik dan janggal. karena dalam pengakuan kepala sekolah kalau dirinya ‘lupa’ untuk mencairkan anggaran bagi siswa miskin itu dari Bank. Lucunya, kelupaan itu dialami Suhaili  sejak tahun 2015 lalu.

“Kepala Sekolah tadi sudah datang, dirinya mengaku kalau dia (pak suhaili) lupa, intinya belum dicairkan dari bank BRI, tidak masuk akal dan janggal Namun saya tegaskan kalau dia bukan lupa tetapi lalai.” jelas Dian Ratna Hapsari, Kasi Pendidikan Dasar, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (17/1).

Hari itu juga pihaknya, lanjut Dian, meminta agar Suhaili segera melakukan pengecekan ke Bank penyalur, kemudian pihaknya menekankan untuk segera mungkin melakukan pencairan dan menyalurkanya. “Hari ini saya printahkan cek ke BRI dan harus cair semua. Saya juga sudah melayangkan surat kepada bank yang bersangkutan.” tegasnya.

Kepala Seksi Pendidikan Dasar Lampung Utara Dian Ratna Hapsari (foto: efry)

Mirisnya‎, kata Dian, diketahuinya PIP bagi siswa kurang mampu pada tahun 2015 itu, dengan besaran mencapai puluhan juta rupiah sama sekali belum dicairkan, sedangkan untuk tahun 2016 yang diduga telah tersalurkan baru tahap pertama, ke dua dan ke lima.

Kepala sekolah dalam hal ini sudah membuat surat pernyataan resmi dengan poin bila pertanggal 18 januari 2017 akan menyalurkan dana PIP kepada yang berhak menerimanya. Apabila dirinya (Suhaili) oknum kepala sekolah tidak menyalurkan dana itu, kata dian, Dia bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku.

“Inikan untuk orang miskin, kenapa tidak dicairkan, kan aneh juga.” Katanya.

Saat disinggung mengenai apa sanksi yang akan diberikan oleh pihak Diknas, Dian menerangkan, sampai saat ini pihaknya telah melakukan sesuai prosedur, yakni dengan melakukan pemanggilan dan surat teguran. “sudah kita tegur melalui surat, dan etikat baik suhaili mau menyalurkan dana itu, jika nanti dia (Suhaili) masih tidak juga menyalurkan maka akan ada tindakan selanjutnya.” Ujar Dian.(efry).

[contact-form][contact-field label=’Email Anda’ type=’email’ required=’1’/][/contact-form]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com