LPA Bandar Lampung Gelar Kampanye Stop Gawai dan Upaya Melestarikan Permainan Tradisional

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bandar Lampung (HS) — Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bandar Lampung menggelar kegiatan kampanye Stop Gawai dan Upaya Melestarikan Permainan Tradisional bertempat di depan TB Gramedia – Jl. Raden Intan Bandar Lampung, Minggu (23-02-2020).

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka oleh Walikota Bandar Lampung Drs. Hi. Herman HN, M.M. serta dihadiri Dandim 0410/KBL Kolonel Inf. Romas Herlandes, Ketua LPA Lampung Arieyanto Wertha, Sekjen LPA Provinsi Lampung Wahyu Widiyatmiko, Perwakilan Komisi V DPRD Provinsi Lampung Budi Condrowati, Pengurus LPA Kota Bandar Lampung, Pengurus LPA Provinsi Lampung, Dinas PPPA, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial Kota Bandar Lampung dan Perwakilan SD dan SMP Se-Kota Bandar Lampung serta masyarakat umum.

Peserta yang hadir sangat antusias mengikuti rangkaian acara antara lain Senam bersama, seremonial pembukaan acara, long march, pertunjukan musik tradisional Gamolan dan 15 jenis permainan tradisional anak (enggrang, bakiak, congklak, lompat karet, bekel, gasing, yoyo dan taplak/ceplak gunung, hulahop dan beberapa jenis permainan ketangkasan gerak).

Ketua LPA Kota Bandar Lampung (Ahmad Apriliandi Passa) mengungkapkan permainan tradisional bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Jangan sampai anak-anak ini, ketergantungan kepada handphone (HP) dan game online khususnya.

“Karena berdasarkan pengamatan kami, satu minggu yang lalu, kasus yang melibatkan anak, dia melakukan pelecehan seksual kepada kawannya, ternyata asalnya dari menonton di Hp,” sambungnya.

Maka dari itu, lanjutnya, pihaknya fokus dalam hal tersebut, untuk membatasi penggunaan gadget pada anak khususnya anak usia 19 tahun kebawah, apa lagi pada usia belita jangan menggunakan HP sama sekali.

“Bentuk kasih sayang orang tua kepada anak, bukan dengan diberikan gadget. Karena bisa dibilang gadget ini, seperti narkoba khususnya game online, yang menyebabkan mereka ketergantungan. Karena itu dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf motoriknya,” pungkasnya. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com