BANDAR LAMPUNG (HS)— Pemerintah Provinsi Lampung resmi menjalin kerja sama strategis di bidang pertanian modern dengan Provinsi Shandong, Tiongkok, Rabu (28/05/2025).
Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama internasional guna mempercepat transformasi pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian.



Langkah ini menjadi tindak lanjut dari kunjungan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok ke Lampung beberapa waktu lalu. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Elvira Umiharni, menyebutkan bahwa kerja sama ini membuka peluang besar untuk melakukan transformasi sistem pertanian berbasis teknologi.
“Teknologi dari Pauli Group yang berasal dari Shandong diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga 30 persen, terutama pada komoditas padi, jagung, dan hortikultura,” ujar Elvira.
Lebih lanjut, Elvira menekankan bahwa Provinsi Shandong merupakan mitra strategis dalam kemajuan teknologi sektor pertanian, dengan industri yang progresif dan maju.
“Kerja sama ini membuka jalan agar Lampung bisa belajar, bertransformasi, serta mengembangkan pertanian berbasis teknologi tinggi,” katanya.
Provinsi Shandong dikenal memiliki industri yang sangat berkembang, mulai dari manufaktur ringan dan berat, industri makanan, petrokimia, hingga teknologi tinggi. Hal ini menjadikannya sebagai mitra potensial dalam pengembangan sektor pertanian dan industri penunjang di Lampung.
Dalam kunjungan kerja sama ini, Gubernur Lampung Rahmad Mirzani Djausal turut didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan, serta Kepala Bappeda Elvira Umiharni.
Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendorong modernisasi pertanian Lampung, menjadikannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang berbasis teknologi tinggi dan berdaya saing global. (*)



