LAKI akan Bawa Persoalan Penegak Dana Hibah Gapoktan di Wonomarto Lampura ke Polda dan Kajati

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Lembaga Anti Korupsi Indonesia (Laki) meminta aparat penegak hukum (APH) Kabupaten Lampung Utara untuk dapat bertindak tegas terhadap segala persoalan terkait masalah hukum, khususnya tindak pidana korupsi.

Pasalnya, banyak terjadi penangguhan terhadap oknum pelaku, sehingga tidak ada efek jera terhadap oknum tersebut, Seperti yang terjadi di dinas pertanian dalam hal Dana Hibah bergulir Program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan (PUAP) ataupun bentuk bantuan lainnya yang di kucurkan ke Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) desa wonomerto, kecamatan kotabumi utara.

“Kami melihat belakangan begitu kejadian dilapangan, terjadi banyak penangguhan terhadap tindak lanjut. Sehingga menguap, dan akhir tak mengungkap tabir sebenarnya. Seperti masalah dana hibah bergulir gapoktan Desa Wonomerto, Kecamatan Kotabumi Utara, jelas ini adalah tindak pidana korupsi, “kata Ketua Laki, Alian Arsil menanggapi raibnya hibah bergulir PUAP Gapoktan setempat, Senin, (10/08/20).

Menurutnya, selama ini mereka (APH) terkesan cuek bahkan tak menghiraukan hingga terjadi penangguhan. Padahal jelas pemerintah pusat telah mewarning karena bahaya latennya, dengan berbagai alasan dan alibi sehingga tak ada tindak lanjutnya dilapangan.

/iklan-bpkad-lu.jpg

“Kami berharap pihak polres dan kejaksaan dapat mengkroscek kebenaran dilapangan, dipanggil dulu disidik dulu. Jangan hanya katanya, kami mengamati selama ini banyak kasus di Lampura mangkrak bahkan tak ada kejelasan. Bahkan terhenti proses penyidikan dan penyelidikannya, dan tak menutup kemungkinan hanya bukan hanya gapoktan disana tapi ditempat lain, “terangnya.

Alian menjelaskan dalam pengamatan selama ini terkesan hanya menindak tegas terhadap tindak pidana bernilai kecil, atau Rp100 juta kebawah. Sementara yang diatas tak ada tindak lanjut atau mangkrak, dan untuk masalah gapoktan Wonomerto inikan dana hibah bergulir harus terus dijalankan. Tidak mengendap, bahkan seperti saling lempar tanggung jawab

“Wabil khususnya kepada Kejari Lampura, harus ditindak tegas karena ini adalah uang rakyat. Disidik, kalau memang dia dikembalikan kepada siapa, dan ini tidak boleh berhenti harus terus bergulir dimasyarakat. Dan kami dari LAKI minta agar tidak ada tebang pilih, antara yang tinggi jabatannya dan rendah, “tambahnya.

Seraya menambahkan bahwa yang di namakan dana hibah itu tidak ada yang di kakatakan kembali.

“Disini perlu dicari dan disidik kepada siapa oknum gapoktan desa wonomerto tersebut bila benar dikembalikan ke dinas pertanian, siapa oknum dinas tersebut,”Pinta Alian Asril.

Lebih lanjut Alian mengatakan bahwa Lembaga Anti Korupsi (Laki) berharap kepada pihak aparat penegak hukum disana dapat menjalan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya. Sebab, bila tidak akan melaporkan kepada jenjang lebih tinggi, dalam hal ini kepolisian daerah (Polda) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

“Kalau seandainya tidak mengindahkan dalam hal ini pihak polres dan kejaksaan maka akan kami laporkan kepada kejati dan polda lampung untuk mengambil sikap tegas. Apalagi ini termasuk tindak pidana korupsi, kalau tidak aksinya berarti ada apa-apanya. Jangan hanya katanya karena banyak sekali kasus di Lampura yang mangkrak, dan sekali lagi ini dana hibah, harus digulirkan tidak berhenti seperti saat ini, “pungkasnya.

Informasi dilapangan, tak ada kejelasan terkait keberadaan Dana Hibah bergulir Program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan (PUAP) tahun anggaran 2015 senilai Rp100 juta yang di kucurkan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara. Yang menaungi sepuluh kelompok disinyalir diselewengkan oleh oknum ketua gapoktan tersebut demi memenuhi kepentingannya pribadi dan golongan.

Menurut keterangan Ketua kelompok tani Dewi Sri desa Wononomerto, Pardi mengatakan pihaknya hanya mendapatkan bantuan hibah bergulir itu hanya satu kali dan dikembalikan. Setelah itu, dana hibah tersebut tidak pernah digulirkan lagi kepada kami selaku kelompok tani.

” Ya mas kalau kelompok saya hanya dapat 1 kali saja sebesar Rp.10.000 juta dan sudah dikembalika, tapi tidak kalau kelompok yang lainnya, ” Kata dia.

Oknum ketua Gapoktan Desa Wonomarto, M. Samin, Ketika dikonfirmasi via sambungan telpon Minggu (2/08/20) siang, mengelak bila sekiranya dana tersebut telah di salah gunakan atau mengendap di kantong pribadinya, bahkan terkesan menutupi serta berbelit-belit. Ia mengatakan bahwa dana hibah bergulir tersebut tidak digulirkan hal demikian tidak benar, Dana itu di bagikan ke 10 kelompok. Namun karena itu dana bergilir makanya telah dikembalikan ke Dinas Pertanian Lampung Utara pada tahun 2016.

” Dana bergilir itu dikembalikan kepada dinas pertanian dan yang menerima dana itu orangnya sudah wafat. Jadi dana itu bukan tahun 2017 mas, melainkan tahun 2016, ” Kilahnya dengan nada yang lesu seraya akan menemui kadis pertanian, sopyan.

Sementara Kepala Desa Wonomerto, Waskito mengatakan dirinya selaku pemerintah desa akan mengumpul kelompok tadi se-desa wonomerto dan akan melakukan musyawarah untuk menyikapi isu gapoktan yang berkembang agar tidak menjadi fitnah ditengah masyarakat khusus kelompok tani yang ada disini.

Menurut dia, Dalam hal ini, kelompok dulu pernah beberapa kali mengadu terkait hilang dana gapoktan tersebut. ” Ya beberapa kali kelompok tani menannyakan dan mengadu tentang dana puap tersebut kok tidak digulirkan kembali, ” terangnya.

Ia menambahkan bila dana hibah bergulir itu hilang, mengendap atau dikembalikan ke dinas pertanian harus memberikan laporan terlebih dahulu ke pemerintah desa. ” Tapi, hingga saat ini tidak pernah ada laporan kepemerintah desa terkait pengembalian dana tersebut, ” Terangnya.

Disisi lainnya, Ketua Gapoktan M. Samin di duga membuat keterangan palsu. Pasalnya Ketika di konfirmasi awak media kepada Kepala Dinas Pertanian, diwakili PPL Susilo, Senin (3/8/2020) terkait dana hibah bergulir telah dikembalikan kedinas pertanian, Ia menyampaikan bahwa keterangan Ketua Gapoktan M. Samin bahwa Dana Hibah Bergulir tahun 2015 sudah sempat digulirkan kekelompak, dan 100 persen telah dikembalikan oleh kelampok gapoktan. Dan dana itu masih ada di kas ketua gapoktan.

” Dana hibah itu sidah dikembalikan kelompak dan dana tersebut masih ada dikas, Ketua Gapoktan bingung untuk membuat kegiatan kembali,” Kata susilo menirukan bahasa Ketua Gapoktan M. samin.

Dijelaskannya, Bersangkutan ( M.samin) berjanji dana hibah bergulir itu akan digulirkan kepada kelompak gapoktam ditahun 2021. ” Dia (M.Samin) berjanji akan menggulirkan dana itu tahun 2021, ” Ucap dia.

Ia menambahkan, sudah lama kelompok gapoktan mempertanyakan keberadaan dana hibar bergulir tersebut. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan akhirnya muncuat kepermukaan.

” Pada intinya, dana itu masih ada dikham ketua gapoktan dan akan digulirkan pada tahun 2021, ” Tegasnya.(efri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com