KPM PKH/BPNT Cimanuk Menjerit, Diduga Sarat Pungli, Pendamping Dan Kades Saling Tuding

Bagikan Berita

PESAWARAN (HS) – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) di Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung menjerit,

Hal ini diduga ulah pendamping PKH/BPNT berinisial Ajizah mewajibkan pencairan PKH/BPMT melalui rekannya pemilik brilink keliling berinisial Ilham, Rabu (23/7/2025).

Biaya pencairan PKH/BPNT dikenakan Rp. 20.000,- dengan rincian Rp. 10.000, ongkos gesek, dan Rp.10.000,- buat tuan rumah (ketua kelompok) tempat pencairan.

Bahkan tidak sedikit KPM PKH/BPNT mengaku di Intimidasi oleh oknum pendamping, siapa saja yang pencairannya tidak melalui Ajizah (pendamping) maka akan dicabut haknya selaku KPM PKH/BPNT.

Ilham pemilik brilink ketika dikonfirmasi dirumahnya di dusun Sukabumi Desa Banjar Negeri, malah balik bertanya.

“Saya mau bertanya menurut sudut pandang abang sendiri bagaimana terkait ini semua…??”, ujarnya.

Soalnya dari dulu juga saya sering ngegesek didesa Cimanuk, artinya bukan pertama kali ini saja. Terkait Intimidasi silahkan konfirmasikan langsung ke pendampingnya Ajizah, bukannya kesaya, tambahnya.

Terkait Ajizah saya gak tau komitmennya dengan KPM PKH/BPNT Didesa Cimanuk seperti apa, yang saya ketahui ada dua permasalahan :
1.) Ketika dikroscek saldonya kosong.
2.) Adanya oknum nakal dengan sengaja menarik Ongkos gesek Rp. 20. 000.
Jika terkait saldo nya kosong, lah disini aja banyak salah satu contoh itu depan rumah saya.

Intinya, yang saya terapkan ongkos brilink saya Rp. 10.000. Buat pemilik rumah (ketua kelompok) Rp.10.000. Adapun soal mereka meminta, atau sukarela KPM saya gak mau terlibat didalam nya, tandasnya.

Kades Cimanuk Khairulloh ketika dikonfirmasi menuturkan, Ajizah itu baru menjadi pendamping PKH/BPNT didesa Cimanuk, dia aslinya warga Desa Banjar Negeri nikah dengan warga saya disini.

Gara- gara Ajizah saya didemo warga saya, dikarenakan :

  1. Banyak KPM PKH/BPNT rekeningnya ke blokir.
  2. KPM dikenakan ongkos geseknya Rp. 20. 000.
  3. KPM PKH/BPNT di Intimidasi, kalau gak mencairkan melalui Ajizah akan dicabut haknya selaku keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH/BPNT, itu kata warga saya yang melaporkan ke saya, dan Warga menuduh itu ulah saya selaku kades.

Sebelum pencairan Ajizah membawa kawannya orang Banjar Negeri yang bernama Ilham, itu bukti Fotonya saya kirim, hal ini sudah saya laporkan kepada Camat Al Ihsan Iskapi, dan dinas terkait. Info yang saya denger sih, Pendamping Ajizah itu baru diangkat PNS P3K, itu foto bukti pencairannya, pendampingnya bersama pemilik brilink lengkap ada uang dan alat geseknya juga, tandas Khairullah. (Eka)

https://www.hariansumatera.com