Komisi Informasi Publik Lampung Perlu Karakter Pers

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bandar Lampung (HS) – Proses seleksi anggota Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Lampung terus bergulir. Sebanyak 15 calon anggota telah dinyatakan lulus serangkaian tes.

Kini mereka menunggu  jadwal Fit and Proper Test (FPT) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, untuk selanjutnya dipilih 5 anggota KIP Lampung yang baru yang menjadi representasi dari masyarakat Lampung.

Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Lampung, Yozi Rizal, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan latar belakang para calon anggota KIP. Selanjutnya di bulan Januari 2020 dilaksanakan FPT.

“Kami hari ini baru merapatkan karena secara materil kami baru menerima surat dari gubernur tentang nama 15 orang ini. Kami hanya menerima nama dan curricullum vitae dari timsel, maka kami minta juga makalah dan hasil tes para calon tersebut. Tanggal 26-27 kami akan mendatangi Kemenkominfo untuk berkoordinasi tentang seleksi KIP dan KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah).  Kalau memang bisa hasilnya dilaksanakan berbarengan, kita akan usahakan,” kata Yozi, Senin (23/12).

Akademisi Unila Darmawan Purba angkat bicara terkait latar belakang para calon anggota KIP Lampung. Ia menyoroti KIP sebagai lembaga sampiran negara yang menjadi wadah perwakilan masyarakat dalam menjalankan tugas-tugas negara atau bisa disebut CSO (Civil Society Organization).

“Komposisi umum yang sering dipakai dari dulu hingga sekarang pada CSI, disitu ada tokoh-tokoh. Di antaranya, representasi masyarakat, representasi media massa, wanita dan dibanyak kesempatan ada kalangan akademisi dan pemuda. Komposisi yang ideal mencerminkan kelompok masyarakat yang ada,” kata Darmawan saat ditemui diruangannya, Senin siang.

Darmawan Purba juga menambahkan, tentang perlunya karakter pers yang menjadi representasi media massa dalam komposisi anggota KIP.

“Kita harus bisa mendorong jurnalis yang senior. Dia punya pengalaman, kemampuan dan keberanian. Sosok senior dari sekian banyak jurnalis yang ada di Lampung mewakili media besar yang ada di Lampung, dan tidak punya problem etik di dunia jurnalis,” katanya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com