Ketua DPD Hanura Lampung Tanggapi Keputusan PTUN

Bagikan
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Ketua DPD Partai Hanura provinsi Lampung, Dr. H. Sri Widodo, menyambut baik hasil keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang menolak Permohonan Keputusan Fiktif Positif dari kubu Daryatmo dan Sarifuddin Sudding, Rabu (27/06/18).

Putusan Perkara Permohonan No. 12/PTUN-JKT/2018, Tentang Keputusan Fiktif Positif terkait Kepengurusan DPP Partai Hanura versi kubu Daryatmo dan Sarifuddin Sudding yang dimohonkan ke Pengadilan PTUN Jakarta agar dinyatakan sebagai kepengurusan yang sah dari DPP Partai Hanura.

Menurut Widodo, keputusan ini memiliki alasan kuat sebagaimana yang disampaikan oleh pihak DPP Hanura melaui tim kuasa hukumnya. Alasan Majelis PTUN Jakarta bahwa Permohonan Fiktif Positif yang diajukan dan didaftarkan di Kepaniteraan PTUN Jakarta pada 17 April 2018 oleh Daryatmo dan Sarifuddin Sudding oleh karena Permohonan Keputusan Fiktif Positif menyalahi aturan UU.

Alasan lain juga disampaikan Widodo, bahwa apa yang dituntut Daryatmo dan Sudding dalam Keputusan Fiktif Positif itu sedang digugat dalam Perkara Gugatan No. 24/G/PTUN/2018/JKT, yang prosesnya sementara berlangsung.

“Substansi Permohonan Keputusan Fiktif Positif meminta pengesahan Kepengurusan DPP Partai Hanura hasil Munaslub tanggal 18 Januari 2018 mempersoalkan keabsahan Kepngurusan DPP Partai Hanura hasil Restrukturisasi, Reposisi dan Revitalisasi yang dikeluarkan Menteri Hukum dan HAM RI tanggal 17 Januari 2018,” ungkap Widodo.

Dengan demikian ungkap Widodo, yang mempertegas pendapat kuasa Hukum, Putusan Majelis Hakim PTUN Jakarta sekaligus membuktikan bahwa Daryatmo dan Sudding tidak memiliki legal standing untuk mengatasnamakan DPP Partai Hanura, menunjukan DPP Partai Hanura hasil Munaslub Daryatmo dan Sudding tidak diakui Majelis Hakim dan tidak diakui Menteri Hukum dan HAM.

Widodo, meminta agar keputusan ini dapat ditaati dan dilaksanakan oleh setiap pengurus Partai Hanura di semua tingkatan di wilayah provinsi Lampung, “Ya, kita harus mentaati sebagai kader yang taat terhadap hukum dan aturan partai, tetap bersatu dan siap menerima teman-teman yang bergabung, Satu Visi Misi dengan semangat yang berani berurani untuk membela hati nurani rakyat,” ringkasnya.(Efri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com