Way Lima (HS) – Warga Desa Sukamandi, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, khususnya warga Dusun 3, mengeluhkan buruknya kualitas pembangunan di Desa Sukamandi yang menggunakan Dana Desa tahun 2019.
Pembangunan yang dikeluhkan masyarakat di antaranya, rabat beton, talud irigasi dan jembatan desa. Menurut warga, baru selesai beberapa bulan sudah banyak yang hancur di sana-sini. Diduga pengerjaannya asal-asalan tidak sesuai Rencana Anggaran Pembangunan (RAP).
Beberapa tokoh masyarakat di antaranya Acek, M Yunus, dan Aceng, menyampaikan kepada HarianSumatera.com, Kamis 12 September 2019,
Mereka umumnya mengeluhkan pengerjaan pembangunan tidak sesuai dengan RAP. Pekerja bukan warga setempat melainkan dari desa tetangga.
Selain itu, volume tertera di plang 1,3 m x 170 m sedangkan realisasinya hanya 1,05 m x 150 m.
Tentang kondisi tersebut, Misdi dan Khotib, warga masyarakat di lingkungan 03, menambahkan, “Bagaimana fisik bangunan akan berdiri kuat tegak dan kokoh, kalau disegi materialnya tidak sepadan,” kata Misdi.
“Sewaktu pengerjaannya kalau kami simak, kurang semen, bahkan hanya memakai pasir batu/alias (sirtu), kalaupun pakai batu split, hanyalah formalitas,” ujar Khotib yang diamini keempat rekannya.
Selain itu terdapat beberapa titik pengerjaan rabat beton hanya memoles paving blok. Padahal anggarannya setara dengan pengerjaan rabat beton.

Data jalan paving blok yang dipoles sebagai rabat beton, sebagaimana yang diungkapkan warga setempat.
(Eka)




