Kartu Keluarga Aspal Beredar di Lampung Utara

Bagikan
  • 194
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Maksud hati membuatkan akta kelahiran untuk anaknya, Widia Wati (29), warga Desa Kebun Dalam, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara, malah menerima kenyataan mengejutkan dokumen Kartu Keluarga (KK) miliknya yang dibawa ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lampura, pada Senin (02/10), diragukan keasliannya alias aspal (asli tapi palsu).

Hal ini diketahui sesaat setelah operator yang bertugas di Disdukcapil setempat melakukan verifikasi dokumen Kartu Keluarga (KK) yang dibawa Widia Wati dan menyampaikan kepada ibu muda tersebut bahwa KK dengan nomor (1803120201110022) bukan atas nama Zainudin, suami Widia Wati, seperti yang tertera dalam dokumen KK tersebut, melainkan milik Subandri, warga Dusun Sukamulya, Desa Sukamarga, Kecamatan Tanjungraja, Kabupaten Lampung Utara.

Kepada awak Media hariansumatera.com, Widia Wati mengatakan tidak mengetahui tentang keabsahan dokumen KK yang dibawanya tersebut serta diperolehnya dari oknum Kepala Desa Kebun Dalam, Kec. Abung Tinggi, dengan inisial SRD.

“Saya tidak tau kalau KK ini asli apa palsu, Pak. Sebulan yang lalu saya pesan pembuatan buku nikah dan KK sama Kades SRD. Untuk kelancaran proses pembuatan kedua dokumen itu, saya diminta biaya administrasi tiga juta rupiah. Saya bayar cash, Pak, sama SRD. Beberapa hari setelah itu, saya menerima KK ini. Tapi, buku nikahnya sampai hari ini belum saya terima,” ungkap Widia Wati saat dimintai keterangan, Senin, (02/10), di ruang tunggu kantor Disdukcapil setempat.

Merasa menjadi korban penipuan pembuatan dokumen palsu yang diduga kuat dilakukan oknum Kades SRD, Widia Wati, berharap mendapatkan kepastian dan kejelasan terkait dokumen kependudukan miliknya.

“Saya tidak menuntut lebih dari kejelasan dokumen kependudukan yang saya buat sama SRD. Karena, dokumen itu sangat saya butuhkan untuk mendaftarkan anak saya sekolah juga untuk keperluan administrasi lainnya dikemudian hari, Pak,” harap ibu dengan dua orang anak ini.

Sementara itu, Kades Kebun Dalam Kec. Abung Tinggi, SRD, berkelit bahwa dokumen KK milik warganya tersebut berasal dari dirinya. Bahkan, oknum Kades SRD menuding jika dokumen KK dimaksud dikeluarkan oleh Disdukcapil setempat.

“Wah, saya malah tidak tau kalau ada warga saya yang punya KK palsu. Kalau dia (Widia Wati), memang benar warga saya. Rumahnya di ujung jalan ini,” terang Kades SRD, ketika dikonfirmasi awak media ini, Senin, (02/10), di kediamannya, sekira pukul 14.00 WIB.

Dikatakannya, pamong desa tidak punya kewenangan apapun terkait dengan menerbitkan dokumen kependudukan apapun.

“Tugas saya hanya memberikan surat pengantar agar dibawa langsung oleh warga ke Disdukcapil. Tidak berani saya, Pak buat terbitin KK, apalagi dengan meminta biaya administrasi sebegitu tingginya. Untuk pembuatan dokumen kependudukan, itu tugas Disdukcapil bukan desa,” tegasnya seraya mengatakan bisa saja ada oknum Disdukcapil membuat dokumen KK yang disinyalir palsu milik warganya tersebut.

“Nanti akan saya telusuri. Saya akan tanya dulu pada warga saya tersebut darimana asal-usul KK palsu itu. Apakah dapat dari oknum di desa ini (Kebun Dalam.red), atau dari oknum pihak Disdukcapil,” pungkasnya. (efri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com