Kampung Gedung Karya Jitu Giat Membangun

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tulangbawang (HS),-  Gedung Karya Jitu salah satu Kampung/Desa di kabupaten Tulangbawang yang cukup pesat perkembangan ekonomi masyarakatnya. Bermula 1987 Desa Gedung Karya Jitu, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Lampung Utara, melalui Translok, dengan penduduknya 500 Kk. Menempati 16 ribu hektar lahan rawa, membabat hutan, membuat sawah, mendirikan rumah, sekarang masih giat membangun.

Menurut Agus Nurrohman mantan Kepala Kampung selama 12 tahun menuturkan, penduduk Gedung Karya Jitu sekarang berkembang menjadi 2500 kk dan 12 ribu jiwa, dengan  mata pencaharian  warga 50% petani sawah, sisanya pedagang, pegawai, buruh sebagian lagi petambak ikan bandeng dan udang di kabupaten Ogan Komring Ilir Sumatera Selatan, kata Agus Nurohman Jum’at (23/11/2018).

Pembangunan dan perkembangan perekonomian masyarakat  Kampung Karya Jitu cukup pesat.  Pada tahun  2018 panenan padi  rata- rata 12 ton pertahun 2 kali panen pertahun. kampung ini menghasikan  Udang 20 ton perhari, ikan bandeng 8 ton perhari di kirim ke Jakarta. Harga udang Size 60 Rp 65 ribu perkg, ikan bandeng Rp 20 ribu perkg. Peredaran uang setiap harinya bisa mencapai 2 milyar.

Hasil pemantauan wartawan hariansumatera.com sangat disayangkan keberadaan pasar sebagai pusat perekonomian masyarakat kurang terawat. Kendaraan parkir disembarang tempat, tumpukan sampah tidak pada tempatnya, saluran air tersumbat.

Dipasar Minggu GKJ (Gedung Karya Jitu) semua kebutuhan tersedia, sembako, saprodi pertanian, perikanan, penginapan, bengkel, rumah makan, Bank, Koramil, Polsek, Penerangan PLN semua lengkap.

Pasar ini terletak dipingiran Tanggul Penangkis, bertemu air Mesuji, untuk mencapai pasar ini bisa ditempuh lewat sungai dan darat. Banyak warga kecamatan lain berbelanja, tidak terkecuali warga mesuji OKI Sumsel menjadi langanan membeli kebutuhan.

Subandi Pj. Kakam GKJ, Juru Tulis Nuridin membenarkan apa yang disampaikan tokoh masyarakat itu, tahun 2018 kami sedang membangun mengunakan dana DD-ADK.

Dana bantuan pemerintah itu untuk membangun Puskesdes 7m x 9 m, pengerasan jalan batu sabes 491m, pembuatan talud lapangan 600m.

Menurut Nuridin 10 tahun lalu PBB Kampung GKJ hanya Rp 10Jt, pada tahun 2018 meningkat menjadi Rp  132.125.929.

Th 2019 akan menimbun lapangan sepakbola pakai tanah merah agar bisa digunakan sewaktu- waktu. (Gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com