Kadis PUPR Lahat Turun Langsung, 148 Hektare Sawah di Tiga Desa Segera Dinormalisasi

Bagikan Berita

LAHAT-SUMSEL (HS) – Menjawab keluhan masyarakat terkait terhentinya aliran irigasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat bergerak cepat. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lahat, Ir. Jeffran Azsyapputra, S.T., turun langsung ke Desa Pagar Batu untuk meninjau kondisi saluran irigasi yang berdampak terhadap sekitar 148 hektare persawahan di tiga desa, Rabu (26/8/2026).

Kadis PUPR Lahat bersama kepala Desa Pagar Batu, Desa Jati dan Desa Kuba melihat langsung kondisi di lapangan yang menyebabkan aliran air tidak lagi optimal menuju areal persawahan masyarakat.

Kondisi tersebut membuat petani di tiga desa penerima manfaat harus menghentikan aktivitas bercocok tanam selama musim kemarau. Karena itu, Pemkab Lahat melalui Dinas PUPR langsung melakukan pengecekan untuk mencari solusi agar persoalan irigasi tidak berlarut-larut.

Usai meninjau lokasi, Jeffran menyatakan bahwa berdasarkan kondisi yang dilihat secara langsung, normalisasi irigasi memang perlu segera dilakukan.

“Setelah survei ke lokasi, memang harus dilakukan normalisasi. Faktor penyebab terjadinya perubahan aliran sungai karena kemarau sehingga sawah di tiga desa penerima manfaat harus menunggu musim hujan,” ujar Jeffran.

Ia menegaskan, Dinas PUPR Lahat akan segera mengupayakan langkah penanganan agar masyarakat dapat kembali memanfaatkan lahan persawahannya.

“Untuk itu kami turun langsung ke lokasi. Kami sudah melihat langsung kondisinya dan sesegera mungkin akan kita upayakan normalisasi agar masyarakat dapat kembali bercocok tanam,” tegasnya.

Respons cepat tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah desa dan masyarakat. Kepala Desa Jati, Hadi, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas PUPR Lahat yang telah datang langsung melihat kondisi irigasi yang menjadi kebutuhan penting bagi petani.

Harapan kami persawahan di tiga desa ini dapat kembali ditanam. Kepada Pemerintah Kabupaten Lahat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pemberian manfaat kepada Desa Pagar Batu, Desa Kuba dan Desa Jati,” ungkap Hadi.

Menurut Hadi, perhatian pemerintah sangat berarti bagi masyarakat. Sebab apabila persoalan irigasi tidak segera ditangani, aktivitas pertanian warga akan semakin terdampak selama musim kemarau.

Sementara itu, Febri (43), warga Desa Jati, mengungkapkan bahwa sudah sekitar tiga bulan air tidak mengalir ke persawahan.

“Akibat kemarau selama tiga bulan kami tidak melakukan aktivitas di persawahan karena debit air Lematang kecil sehingga tidak bisa mengalir ke sawah. Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lahat dan ketiga kepala desa yang telah mengupayakan normalisasi,” ujar Febri.

Dengan turunnya langsung Kepala Dinas PUPR Lahat ke lokasi, masyarakat berharap langkah penanganan dapat segera direalisasikan. Normalisasi diharapkan mampu mengembalikan fungsi aliran irigasi sehingga 148 hektare persawahan di Desa Pagar Batu, Desa Jati dan Desa Kuba kembali produktif dan petani dapat bercocok tanam.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Pemkab Lahat untuk merespons cepat kebutuhan masyarakat, khususnya sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga di tiga desa tersebut. (Nisa)

https://www.hariansumatera.com