Kadis BPMK Ingatkan Kepala Kampung

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Menggala (HS),- Kepala dinas Badan Pemberdayaan Masarakat Kampung (BPMK) Yen Dahren, meningatkan Dana Desa/Kampung tidak boleh di cubit-cubit kalau tidak mau kepala kampung berurusan dengan Hukum,  Dana Desa  harus digunkan sesuai dengan program dan tepat waktu.

Semua program diseluruh Kampung yang mengunakan Dana Desa, harus sudah selesai ahir Desember 2018, saat ditemui hariansumatera.com Kamis (20/09/2018).

Kadis BPMK Yen Dahren  saat diwawancara  meyebutkan,  besaran Dana Kampung tahun ini berpariasi berkisar antara Rp 800 juta sampai Rp 1,1m bilamana ahir Desember 2018 pelaksaan program belum selesai,  berarti ada masalah. ungkapnya.

Jika hal ini terjadi tentunya aparat terkait akan turun mencari tahu penyebabnya, untuk menghindari penyalahgunaan dana dan suksesnya pembangunan di Kampung semua pihak harus ikut  menggawasinya, warga kampung juga punya hak mengawasi. Jika ditemukan penyimpangan bisa melaporkan ke BPK setempat.

Menurutnya Penggunaan Dana Desa harus seoptimal mungkin dimanfaatkan demi kesejahteran masyarakat, selama ini penggunaan dana desa masih semata -mata dimanfaatkan tanpa memperhatikan inovasi hal-hal baru, yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Pemerintah melalui Kementerian Desa mengharapkan penggunaannya seefisien dan seefektif mungkin. Melalui Bursa Inovasi Desa dapat memperoleh rencana pembangunan yang dapat dilaksanakan oleh Desa itu sendiri dengan meniru program inovasi desa lainnya yang telah berhasil. Oleh sebab itu hasil Bursa Inovasi Desa ini benar benar dapat dituangkan dalam APBKAM tahun 2019 masing masing kampung.

Sementara itu Yen Dahren mengatakan Kampung semacam di wajibkan untuk merealisasikan inovasi tersebut, pada th 2019, ini tentunya harus tertuang dalam angaran kampung masing-masing, dengan tetap didasarkan hasil musyawarah Desa. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com