Ini yang Bisa Dilakukan di Kala Datang Musibah

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BENCANA alam bisa saja terjadi karena kesalahan manusia. Ketika melihat seseorang mengalami kesulitan dan terkena bencana, tugas kita adalah menolongnya.

Musibah yang datang bisa saja terjadi karena dosa-dosa yang dibuat oleh manusia. Dalam surat Ar-Rum ayat 41, Allah SWT berfirman: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut yang disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah menghendaki kepada mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS: Ar-Rum: 41).

1. Bertaubat

Dikutip dalam Ayeina.com, dikisahkan oleh Abu Musa: Ketika gerhana matahari, Rasulullah bangun dan takut bahwa itu mungkin hari kiamat. Ia pergi ke masjid dan mengucapkan doa dengan sujud terlama. Lalu ia berkata, “Tanda-tanda yang dikirim Allah ini tidak terjadi karena hidup atau mati seseorang, tetapi Allah membuat umatnya takut. Sehingga ketika melihat suatu bencana, mohon dan memintalah pengampunan kepada-Nya.” (HR. Bukhari).

Selain itu, dalam buku berjudul “Amalan-amalan Shaleh yang Paling Dicintai Allah” oleh Abdillah F. Hasan, bencana besar pernah terjadi semasa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab r.a. Saat itu kemarau panjang sedang melanda hingga rakyat mengadu kepada ulama dan mereka diberi solusi untuk memohon ampun kepada Allah karena perbuatan dosa dan kemaksiatan yang merajalela.

Setelah bertaubat, turunlah hujan lebat sebagai tanda kemurkaan Allah telah mereda dan mengampuni mereka. Dengan jalan bertaubat, Allah mengangkat kesedihan, kesulitan dan musibah yang menimpa.

“Adapun orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung.” (QS: Al-Qasas: 67).

2. Berdoa

Musibah yang datang tak diduga waktunya. Namun di balik musibah tentu ada anugerah bagi siapa saja yang sabar. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk membaca doa ini saat sedang terkena musibah:

إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها

Latin: Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ.

Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”

Dan siapa saja yang melihat orang lain tertimpa musibah sebaiknya mengucapkan doa:

‘Alhamdulillahilladzi ‘aafaani mimmab talaaka bihi, wa faddhalanii ‘ala katsiirim mimman khalaqa tafdhilaa’

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku dari makhluk lainnya.”

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 186:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendakhlah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran. ” (QS: Al-Baqarah: 186).

3. Bersedekah

Ada sebuah hadits, “Sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Jika daerah dekat rumah kamu terkena dampak bencana alam, maka tolonglah mereka secara sukarela untuk menjadi bekal sedekah mu di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com