Harga Padi Anjlok Petani Tagih Janji Gubernur Waktu Kampanye

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pesawaran (HS) – Anjloknya harga padi membuat para petani menjerit. Harga jual ini idak sesuai dengan biaya operasional. Terlebih, saat musim tanam petani kesulitan mendapatkan pupuk, sekalipun ada, harga pupuk tinggi sekali.

Herlianto, warga Desa Kota Jawa Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran, angkat bicara harga padi yang hanya diterima oleh penampung padi Rp.3400/kg sangat lah tidak sesuai dengan biaya operasional.

Pemerintah pusat provinsi mau pun kabupaten, kata dia, tolong bagaimana solusi nya untuk mensejahterakan petani. “Mana Program Petani Berjaya, mana Janji Gubernur saat kampanye akan meningkatkan membela petani. Mana buktinya hanya janji palsu saja,” kata Herlianto.

“Saya masih ingat saat gubernur kampanye di lapangan Desa Paguyuban Kecamatan Waylima waktu itu, berjanji akan meningkatkan harga harga hasil petani ternyata janji tinggal janji tidak terbukti hingga kini,” tambah dia.

“Apakah kami harus orasi/demo di kantor Gubernur dan Kantor Bupati meminta keadilan kebijakan pemerintah daerah mau pun Provinsi Dan Pusat meminta keadilan keseimbangan harga para petani” pungkas Herlianto.

Petani merasa tidak seimbang harga pupuk saat musim tanam tinggi hingga mencapai 120.000/Sak isi 50kg di toko pertanian serta harga obat obatan pertanian pun semua harga naik,petani merasa hanya ada lebih sedikit di banding biaya dan hasil padi saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com