LAMPUNG SELATAN (HS) – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali erupsi dengan semburan material pijar sejak Jumat malam hingga Sabtu 5 September 2026. Suara dentuman keras menggetarkan kawasan pesisir.
Abu vulkanik telah mencapai kota Bandar Lampung yang berjarak sekitar 80 km dari Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan laporan Magma Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sedikitnya 10 kali erupsi dalam rentang waktu tersebut. Aktivitas vulkanik itu juga memuntahkan material dan menghasilkan kolom abu setinggi 1,5 kilometer.
Lontaran material pijar bahkan terlihat jelas di tengah gelapnya malam. Fenomena tersebut sempat direkam warga yang melintas di sperairan Selat Sunda pada Sabtu sekitar pukul 00.20 WIB.
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi secara berkala sejak pertengahan Agustus 2026. Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Badan Geologi Kementerian ESDM, Suwarno, mengatakan erupsi masih berlangsung hingga Sabtu. Namun, pengamatan visual terkendala kabut dan uap air laut.
Erupsi sejak semalam sampai saat ini. Namun, karena tertutup kabut dan uap air laut, erupsinya tidak terlihat jelas dan hanya tampak sedikit kebulan asap ke atas. Meski demikian, pada malam hari petugas sempat mengamati sinar api cukup besar dari kawah Gunung Anak Krakatau.
Warga pesisir juga merasakan getaran dan mendengar suara gemuruh serta dentuman cukup keras. Petugas memastikan getaran tersebut bukan gempa tektonik dari bawah tanah.
Menurut Suwarno, getaran terjadi akibat gelombang kejut udara atau air shockwave akibat letusan Gunung Anak Krakatau. Gelombang kejut tersebut bahkan dapat menggetarkan kaca rumah. Sementara suara gemuruh dan dentuman dilaporkan terdengar hingga radius 40 sampai 50 kilometer.
Hasil pemantauan kegempaan juga mencatat adanya gempa letusan dengan amplitudo hingga 70 milimeter. Durasi sinyal erupsi tercatat mencapai 21.600 detik.
Kondisi ini membuat aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian. Apalagi gunung api tersebut berada di kawasan Selat Sunda yang merupakan jalur pelayaran dan aktivitas masyarakat. Gunung Anak Krakatau masih berstatus siaga.

⚠️ IMBAUAN KEWASPADAAN DEBU VULKANIK GUNUNG ANAK KRAKATAU
Warga Lampung, tetap tenang dan waspada.
😷 Gunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Pantau informasi resmi melalui:
Badan Geologi Kementerian ESDM • BMKG Pusat • BMKG Lampung • BPBD Provinsi Lampung
Tidak perlu panik.
Informasi resmi sementara menunjukkan belum ada indikasi signifikan potensi tsunami seperti peristiwa 2018.
Tetap tenang • Waspada • Ikuti Informasi Resmi
PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG



