Ditengah Pandemi Kepala Sekolah SD Negeri 5 Simpang Pematang Pungut Uang Bangunan

Bagikan Berita

Simpang Pada (HS) – Wali murid SD negeri 05 Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji,  menyesalkan pungutan uang bangunan untuk membuat pagar sekolah, ditengah kesulitan wali murid menghadapi Pandemi Covid-19, Sabtu (07/08/2021).

Semestinya disaat seperti ini, dimana anak didik belajar melalui DARING, dan ekonomi masyarakat lagi  morat-marit jangan ada  pungutan uang bangunan atau apapun, yang seperti dilakuakan SD negeri 05 Simpang Pematang.

Walimurid kepada hariansumatra.com pungutan uang bangunan yang alasanya untuk membuat pagar sekolahan di anggap janggal, karena tidak melalui rapat komite semestinya pungutan seperti itu arus melalui rapat komite yang mengundang seluruh wali murid.

Menurut salah seorang  wali murid yang tidak mau di sebutkan namanya menuturkan setiap anak didik yang sekolah SDN 05 Simpang Pematang di wajibkan membayar uang  bangunan Rp175ribu per anak dan di tambah uang pembelian sampul rapot Rp60ribu per lembar, total Rp235 ribu Wali murid membayar.

Sunarto kepala sekolah SDN 05 Simpang Pematang ketika akan dikonfirmasi Hariansyah era.com sulit untuk dihubungi. Kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji untuk meninjau kembali pungutan yang dilakukan Kepala Sekolah SD Negeri 05 Simpang Pematang.

Sementara salah seorang guru SDN 05 Simpang Pematang, Parman kepada hariansumatera.com membenarkan adanya pungutan itu menurutnya pungutan uang sebesar 175ribu per anak akan di gunakan untuk pembuatan pagar sekolah, yang sekarang sedang di kerjakan, ujarnya.

Parman juga membenarkan ada pembelian sampul rapot sebesar 60 ribu per lembar, pungutan itu di wajibkan bagi seluruh anak mulai kelas 1-6. Dengan jumlah anak seluruhnya  400 murid.

Sampai saat ini belum seluruh wali murid membayar sementara tukang bangunan sudah mulai megerjakan pagar, kata Parman.

Menurut Parman uang pungutan itu sudah melalui rapat komite setelah di hitung hitung setiap anak di kenakan sumbangan pembuatan pagar Rp175ribu per anak.

Ketikadi tanya mengenai Dana Bos,  Parman mengaku tidak tau kegunaanya buat apa,  setau dia untuk mengecat pagar sekoah. (GUN)

https://www.hariansumatera.com