Distanak Lampura Cek dan Pantau Daging Jelang Lebaran

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Untuk memastikan daging sapi atau kerbau yang akan dijual menjelang hari raya Idul Fitri 1439 H, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Lampung Utara, bersama Dinas Kesehatan, Lampung Utara, akan memeriksa kesehatan dan memantau serta memastikan daging nantinya tetap ada master kir daging.

Kepala Distanak Lampura Sofyan mengatakan, untuk memastikan daging sapi atau kerbau yang akan dijual menjelang hari raya, pihaknya akan turun bersama Dinas Kesehatan memeriksa kesehatan hewan yang akan dipotong menjelang lebaran.

“Nantinya tetap ada Master kir daging. Kita bersama tim dari Dinas Kesehatan akan turun ke bawah untuk memastikan sapi atau kerbau yang akan dipotong kondisinya sehat ataukah tidak. Pengawasan ke bawah juga kita lakukan untuk mencegah adanya pemotongan sapi betina yang produktif,” ujar Sofyan melalui sambungan telepon, Rabu (23/5/18).

Pengawasan ini dilaksanakan berdasarkan amanat Undang-Undang(UU) No 41/2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan.

/iklan-bpkad-lu.jpg

Jangan sampai nantinya sapi betina produktif yang diharapkan dapat berkembang biak malah dipotong, papar Sopian, saat ini pihaknya juga bekerjasama dengan Polres Lampung Utara untuk mengawasi pemotongan sapi betina produktif.

“Saat ini kita masih tahap sosialisasi mengenai larangan sapi betina produktif dipotong. Setelah sosialisasi ini jika ada peternak yang melakukan pemotongan sapi betina produktif bisa mengambil tindakan,” jelas Sofyan.

Untuk itu Sofyan mengimbau kepada para pedagang daging agar menjual daging dengan kretria ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).

Jangan sampai daging-daging yang dijual justri dicampur dengan daging yang tidak halal.
Namun jika dilihat dari tahun-ke tahun hal ini tidak pernah terjadi di Lampura, untuk itu ia tak henti-henti mengingatkan kepada para pedagang agar berlaku jujur.

.”Selain itu para pedagang tidak boleh memanfaatkan situasi. Karena mau lebaran jadi harganya ditinggikan, ini tidak bisa. Karena pihak Dinas Perdagangan akan melakukan pengawasan, jadi harganya harus standar mengikuti harga pasar,”pungkasnya. (Efri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com