Disporapar – Disdikbud Lampura Bersinergi Lestarikan Situs Canguk Ghaccak

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Terkait ancaman serius terhadap keberadaan Situs Canguk Ghaccak yang ditimbulkan akibat adanya eksplorasi penambangan batu di Desa Skipi Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) akan bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten setempat guna mengambil langkah konkrit dalam hal melakukan pengelolaan serta pelestarian Makam Minak Trio Deso yang merupakan leluhur masyarakat adat Lampung Abung Siwo Mergo.

Kadisporapar Lampura, Ilham Akbar, menyampaikan keberadaan tempat-tempat bersejarah di Kab. Lampura sudah sepatutnya mendapat perhatian serius dari semua pihak.

“Dalam hal keberadaan Situs Canguk Ghaccak, kami (Disporapar.red) akan berkoordinasi dengan Disdikbud Lampura untuk pelestarian dan pengelolaannya juga merancang kebijakan yang tepat-guna terhadap situs ini,” ujar Ilham Akbar, saat diwawancarai awak media, Minggu, (12/11), pada perayaan HUT ke-49 Desa Talangjali Kecamatan Kotabumi Utara.

Lebih lanjut dikatakan Kadisporapar Lampura, tatakelola keberadaan situs maupun makam-makam bersejarah di Lampura merupakan leading sector bidang Kebudayaan di lingkup Disdikbud Lampura. “Saya akan lakukan komunikasi yang intens terkait pengelolaan cagar budaya ini,” ungkap Ilham seraya mengatakan ditinjau dari objek yang dapat dijadikan salah satu destinasi wisata Lampura berada dalam ranah Disporapar.

“Namun, untuk upaya pemeliharaan, pelestarian, serta peningkatan infrastruktur situs bersejarah berada dalam ranah Bidang Kebudayaan pada lingkup Disdikbud Lampura,” jelasnya.

Terkait adanya aktifitas penambangan batu di dekat Situs Canguk Ghaccak yang terindikasi mengancam keberadaan situs bersejarah itu, diakuinya sangat mengkhawatirkan.

“Pada prinsipnya, pemilik pertambangan batu itu kan ada SOP-nya (standard operational procedur) yang sangat jelas dan diberikan pada saat pengurusan perijinan pada instansi terkait. Ijinnya kan harus legal. Kalau tidak ada, dapat dipastikan aktifitas penambangan tersebut illegal. Jika demikian yang terjadi maka Pemprov. Lampung dan juga Pemkab. Lampura sebaiknya secepatnya mengambil langkah tegas,” papar Ilham Akbar.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kadisdikbud Lampura, Suwandi, mengakui sudah mengetahui adanya persoalan yang mengancam Situs Canguk Ghaccak.

“Sudah sudah mengetahui hal tersebut. Dalam waktu dekat, kami akan segera menerjunkan tim bidang kebudayaan guna melihat secara langsung kondisi cagar budaya Canguk Ghaccak dan akan menganalisa apakah penambangan batu di dekat situs bersejarah itu dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kelestarian dan keberadaan Makam Minak Trio Deso,” ujar Suwandi, Minggu, (12/11), di Desa Talangjali.

Dijelaskannya, hasil analisa yang akan dilakukan tim Bidang Budaya Disdikbud Lampura akan dilaporkan pada Pemkab Lampura.

“Terkait hal tersebut, tentunya Pemkab Lampura yang akan mengambil langkah konkrit serta kebijakan strategis lanjutannya,” urai Suwandi seraya menambahkan bahwa selain makam bersejarah Minak Trio Deso, di sekitar wilayah tersebut juga terdapat situs perkampungan purba.

“Berdasarkan laporan yang saya terima, di wilayah itu terdapat batu-batu megalit sebagai tanda kehidupan masyarakat purba. Secepatnya kami akan turunkan tim agar aktifitas penambangan batu tersebut tidak memberikan ancaman serius kepada situs Canguk Ghaccak,” jelasnya.

Terkait statement Ketua Majelis Pertimbangan Adat Lampung (MPAL) Lampura, dirinya berharap hal tersebut jangan sampai terjadi.

“Cagar budaya tersebut sudah menjadi kewajiban kita semua untuk melestarikan dan menjaganya,” pungkas Suwandi. (efry/ardy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com