Bupati Winarti Tegaskan Kepala Kampung Bantu Warga Belum Miliki Jamban Kloset

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Gedung Aji (HS) – Bupati Tulang Bawang Hj.Winarti memberi ketegasan kepada Kepala Kampung agar memberi bantuan warganya yang belum meiliki jamban kloset, harus mennggalkan WC cemplung dan jagan buang kotoran disembarang tempat, Jumat (18/12/2020).

Beberapa Kepala Kampung mengaku sedang melaksanakan anjuran yang ditegaskan bupati, agar memberikan bantuan kepada warga yang belum memiliki jamban kloset, ahir Desember 2020 harus sudah selesai.

Sebagaimaa anjuran Bisa, aparat kampung Sidomekar bergrak cepat memberikan batuan kepada warganya, ratusan rumah warga Sidomekar sudah lama meggunakan jamban kloset Hampir semuanya 500 rumah sudah menjalankan hidup sehat, melengkapi rumahya dengan jamban kloset, tinggal tersisa 192 rumah warga Kampung Sidomekar, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulangbawang saat ini sedang dilakukan pemasangan, diharapkan Janwari 2021 sudah mencapai 100%.

Cara sehat buang kotoran ditempat jamban kloset itu akan digunakan 2.000 jiwa warga masyarakat Sidomekar, ditahun-tahun mendatang diharapkan tidak satu wargapun membuang kotoran disembarang tempat.

“Diharapkan dimasa mendatang tidak satu wargapun mnggunakan jWC cemplung” ujar Krisbandi.

Menurut mas Kris (panggilan akrapnya) target hidup sehat warga meggunakan tempat buang kotoran terbuat dari kloset itu akan terealisasi Januari 2021 menurutya dipenghujung tahun 2020, tinggal tersisa 192 rumah yang belum mengganti tempat buang kotorannya, sekarang sedang dkebut pemasangan klosetnya, diharapkan Januari 2021 semuanya sudah selesai seratus persen. setiap rumah mendapat bantuan dari kampung, 1 kloset, 1 sak seen, 1 batang paralon, dan 1 buah elbo, kekurangannya ditanggung oleh pemilik rumah, dikerjakan secara gotong royong.

Sementara itu, Kepala Kampung Karya Cinta Abadi (KCA), Kecamatan Rawajitu Selatan, membantu warganya 32 kloset, semen, paralon dan pasir, Januari 2021 akan diberikan bantuan lagi 50 kloset kata Jurutulis Andi samsu.

Sementara itu di Kampung Dutayoso Mulyo, sebelumnya masih ditemukan 150 rumah meggunakan WC cemplung, saat ini sudah beralih memakai jamban kloset, kata Mas Pur Bendahara.

Pantauan hariansumatera.com biasanya warga membuang kotoran disaluran tanggul penangkis dengan cara mendirikan jamban, sekarang tidak tampak lagi. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com