Buntut Tuduh Arinal Main Uang, Walikota Herman HN Dilaporkan ke Polda

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bandar Lampung (HS) – Relawan Arinal Djunaidi (RADJA) melaporkan Walikota Bandar Lampung Herman HN ke Kepolisian Daerah Lampung. Ini buntut isi sambutan sang Walikota saat peresmian Puskesmas Rawat Inap di Perumnas Way Halim, Senin (10/2/2020) lalu.

“Kami telah melaporkan kasus ini ke Polda Lampung tanggal 12 Februari 2020,” ujar Gindha Ansori Wayka kepada awak media.

Dasar laporan, menurut Gindha, proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah Provinsi Lampung telah usai dilaksanakan. Pemenangnya pasangan Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Lampung Periode 2019-2024.

Keduanya telah dilantik tanggal 12 Juni 2019 dengan Keputusan Presiden Nomor: 49/P/Tahun 2019 Tentang Pengesahan dan Pengangkatan Gubernur – Wakil Gubernur Lampung masa jabatan 2019-2024.

“Tidak terbukti politik uang dan kecurangan lainnya berdasarkan hukum dan memiliki kekuatan hukum (inkracht), maka siapapun termasuk Walikota Bandar Lampung tidak diperkenankan melakukan perbuatan merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu,” tandas advokat ini.

Gindha melanjutkan, perbuatan ini dapat menimbulkan konflik (keributan dan kegaduhan) masyarakat Provinsi Lampung menjelang Pilkada serentak. Jika berbicara tidak berdasar, itu melanggar Pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 27 ayat (3) UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016.

“Siapapun harus menahan diri untuk tidak bicara tanpa dasar dan tidak dapat dibuktikan secara hukum, mengingat negara kita adalah negara hukum, maka hukum harus menjadi panglima,” kata Gindha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com