BLT -DD di Batang Hari Tulang Bawang Mengutamakan Warga Miskin

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rawa Pitu (HS) – Pembagian dana BLT-DD di kampung Batang Hari, kecamatan Rawapitu, Kabupaten Tulang Bawang, mengutamakan warga miskin, seterusnya orang kaya dan aparat kampung, hal itu menuai protes, masih ada warga miskin tidak mendapatkan BLT, Senin (01/06/2020).

Warga setempat meminta aparat kampung bertindak adil dalam pembagian BLT-D, jangan mengutamakan aparat kampung dan orang kaya, seperti RK dan RT sudah mendapatkan gaji tiap bulan masih juga ingin dapat uang BLT Rp600 ribu. Kepala Kampung (Kakam) juga jangan sewenang wenang memungut uang bangunan Rp150 ribu/KK disamaratakan warga miskin terkena beban, warga juga berarap Kakam setempat jangan mempersulit warga yang membutuhkan tandatangan dan cap, jika belum membayar uang pungutan.

Satu diantaranya warga miskin mbah Rawuh (75) Rk05/Rt-16 Kampung Batang Hari ketika dihubungi menbenarkan, Sejak Jokowi Dodo sebagai presiden RI, belum pernah mendapatkan bantuan apapun seperti Bantuan keluarga arapan (PKH), Bantua Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT), “apa salah saya ,” ujar mbah rawuh memelas..

Minanto Kakam Batan Hari ketika dihubungi kepada hariansumatera.com mengatakan semua warga miskin dikampungnya mendapat bantuan BLT-DD Rp600 ribu/kk, kalaupun ada silakan mendaftarkan diri ke kantor kampung, menurutnya semua warga yang bakal mendapatkan BLT , daftarnya diambil dari tingkat rt bsampai ke rk dan seterusnya sampai kemeja saya kata Minanto.

Minanto menjelaskan soal pungutan iyuran Rp150 ribu/kk, itu program kampung 2019, guna membangun balai kampung, program itu suda selesai, yang belum membayar silakan saja mau bayar atau tidak, “uang pribadi saja juga terpakai Rp27 juta,” kata Minanto.

Mengenai aparat kampung mendapat penghasilan tambahan dapat dana BLT, Kakam Minanto agak sulit menjelaskannya, namun Minanto sendiri dengan santun mengatakan ,” berterimakasi itu semua merupakan kritikan membangun saya tidak keberatan, semua masukan akan menjadi perbaikan kedepan,” kata Minanto, “

Namun kenyataannya Rk, Rt dan anggota BPK masih melakukan pungutan dari rumah ke rumah,” kata warga.

Minanto sendiri merasa ketakutan soal pungutan itu, semuanya urusan panitia pembangunan Balai Kampung, “saya takut warga yang suda bayar protes,” ujarnya.(yuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com