Bandar 60 Kg Sabu dari Lampung Divonis Mati

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sukadana – Pengadilan Negeri (PN) Sukadana, Lampung menjatuhkan hukuman mati kepada Rahamtullah. Warga Desa Mulyasari, Pasir Sakti, Lampung Timur itu terbukti menjadi bandar sabu sebesar 60 kg.

Kasus bermula saat Rahmatullah dihubungi Jumadi pada 29 Desember 2018. Rahmatullah diminta mengirim sabu sebesar 60 kg dengan upah Rp 15 juta. Rahmatullah menyanggupinya.

Rahmatullah kemudian menyewa perahu untuk membawa sabu dari desanya ke Pulau Tunda Banten. Uang sewa perahu sebesar Rp 3 juta.

Dua karung itu diturunkan dari sebuah mobil dan kemudian diangkut ke perahu yang telah disiapkan. Ternyata pemilik kapal curiga dan memeriksa karung itu. Pemilik kapal kaget isinnya narkoba sehingga melaporkan ke polisi. Rahmatullah akhirnya ditangkap dan diadili.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana mati,” putus majelis sebagaimana dilansir website MA, Jumat (6/9/2019).

Majelis menyatakan terdakwa Rahmatullah Als Akok Bin Mapiasek tersebut di atas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa jak dan melawan hukum menerima narkotika golongan I bukan tanaman yang melebihi lima gram , sebagaimana dalam dakwaan Primair Penuntut Umu,

“Menetapkan barang bukti berupa 60 (enam puluh) bungkus plastik yang berisi kristal kristal putih berupa Narkotika golongan I dan satu buah buah HP dirampas untuk dimusnahkan,” ucap majelis yang diketuai Achmad Irfir Rochman.



(Visited 874 times, 10 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://www.hariansumatera.com
MENUMENU