Angka Perceraian Tahun 2019 di Kabupaten Tanggamus Cukup Tinggi

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Agung (HS) – Angka perceraian di kabupaten Tanggamus cukup tinggi tahun 2019. Tercatat sampai dengan Oktober 2019 mencapai 931 perkara yang diterima oleh Pengadilan Agama Kelas 2 B Kabupaten Tanggamus, kebanyakan didominasi oleh pasangan muda usia 21-30 tahun.

Perkara yang diterima oleh pengadilan agama yang mencapai 931, terbanyak gugatan cerai dari pihàk istri sebanyak 631 perkara. Sisanya adalah izin poligami, dispensasi kawin, pembatalan perkawinan dan cerai talak. Dari sekian banyak perkara yang masuk, perkara yang diputus atau inkrah oleh Pengadilan Agama sebanyak 895 perkara, Selasa (12/11/2019).

Faktor penyebab perceraian yang paling dominan adalah faktor ekonomi lemah, sehingga banyak pihak istri yang mengajukan gugat cerai ke pihak suami. Hal itu disampaikan oleh Humas Pengadilan Agama Kabupaten Tanggamus, Maswari, saat ditemui diruang kerjanya, senin – 11 November 2019.

“Dari beberapa faktor patokan dalam peraturan perundang-undangan, pengajuan pihak pemohon, paling banyak adalah faktor ekonomi. Pihak perempuan (pemohon) mendominasi karena tidak ada tanggung jawab pihak suami terhadap ekonomi pihak istri,” terangnya.

Adapun upaya yang ditempuh oleh Pengadilan Agama untuk menyelesaikan perkara gugatan dengan jalan mediasi, telah diupayakan secara maksimal. Namun upaya tersebut hanya dapat menekan angka perceraian sebanyak kurang dari 5 persen dari 20 persen target sebelumnya.

“Karena antara kedua belah pihak yang datang ke pengadilan ini, sudah ‘kekeh’ untuk melanjutkan perkaranya, untuk bercerai dengan pasangannya masing-masing,” tandasnya.(riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com