Anggota PTPS Kotabumi Selatan Keluhkan Dana Bimtek Disunat

Bagikan
  • 111
  •  
  •  
  •  
  •  

KOTABUMI (HS) – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kotabumi Selatan, Lampung Utara, dinilai tidak profesional menjalankan tugas sebagai lembaga penyelenggara Pemilu. Pasalnya, pihak Panwascam diduga mengambil hak 224 anggota PTPS yang ada di Kecamatan tersebut.

Dari data yang ada di Rencana Kerja Anggaran (RKA) Bawaslu, diketahui besaran anggaran kegiatan bimtek, bagi anggota PTPS sebesar Rp.245 ribu/orang, dengan rincian. Uang transportasi Rp95 ribu di tambah uang makan sebesar Rp150 ribu. Tetapi yang diberikan Panwascam kepada anggota PTPS hanya sebesar Rp110 ribu, pada saat acara Pelantikan dan Bimtek gelombang pertama dilaksanakan, 25 Maret 2019.

Didit (35) salah satu anggota PTPS di Kelurahan Tanjung Aman menjelaskan, dari awal perekrutan sampai pelantikan sebagai anggota PTPS, Panwascam tidak pernah memberitahukan terkait berapa jumlah uang honor, transpor, dan uang makan sebagai anggota PTPS yang sah secara hukum.

“Untung aja, data RKA itu menguap, kalau nggak, kami nggak akan tahu berapa jumlah uang yang menjadi hak kami itu, mereka udah makan uang keringat kami, mana dunia lagi peceklik kayak gini, uang itu sangat berarti bagi kami,” Kata Didit, Minggu (14/4/2019)

Hal yang sama juga dikatakan Yesi (39) yang juga anggota PTPS, dirinya berharap hal ini di tindaklanjuti oleh Bawaslu, dan Pihak-pihak yang berwenang. Agar hal seperti ini tidak terulang kembali, dan menjadi pembelajaran bagi Panwascam yang lainnya. Bahkan hal ini terjadi bukan hanya di Kec.Kotabumi Selatan saja.

“Mereka nggak kasian dengan nasib kami, tahan kami meninggalkan pekerjaan rumah, karena berharap ada honor dan dana lainnya, bukannya mereka membantu kami, malah nyekek ini namanya,” Cetusnya.

Saat hal ini, kami klarifikasikan dengan Kasek.Panwascam Kotabumi Selatan, Ferdianto mengatakan bahwa, dana tersebut akan mereka kembalikan kepada anggota PTPS, dan berdalih anggaran itu masih menggunakan dana talangan, karena anggaran dari Pusat belum keluar.

“Nanti akan kami kembalikan pada mereka, kami juga tidak mungkin berani melakukan hal ini, tanpa sepengetahuan dari Bawaslu Kabupaten,” terangnya.(*/ef).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com