Anggota Dewan Ini Tanggapi Video Viral Kadispora Lampura Ngamuk

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Beredarnya video oknum kepala Dinas (Kadis) Dispora Kabupaten Lampung Utara yang mendatangi rumah bawahannya, Sekretaris Persatuan Drumband Indonesia (PDBI) Amin Syukri, datang dengan nada marah-marah dengan sangat terkesan arogan yang tidak mencerminkan seorang pimpinan kepala dinas, membuat anggota DPRD Lampura dari Hj. Sandy Juwita angkat bicara. Kamis (21/05/20)

Hj. Sandy Juwita sangat menyayangkan kejadian yang sepatutnya tidak dilakukan oleh seorang pejabat. Seharusnya sebagai publik figur dapat memberikan contoh baik buat masyarakat serta pejabat ASN yang lainnya

“Saya sangat prihatin dan sangat menyayangkan kejadian yang tidak mesti di lakukan oleh pejabat apa lagi pejabat itu seorang kepala dinas,” sesalnya.

Lebih lanjut Sandy Juwita mengatakan bahwa permasalahan tersebut mash belum jelas apa persoalan yang sebenarnya, tidak semestinya dan tidak perlu sampai terjadi marah dengan sangat arogan, diketahui oknum pejabat menggunakan seragam ASN.

“Datang ke rumah orang pakai seragam ASN marah-marah, memang kita tahu pak Amin Syukri adalah Sekretaris PDBI lampura yang merupakan mitra dari dinas yang dipimpin oleh oknum pejabat itu, akan tetapi seharusnya elegan dong duduk bersama, bicarakan apa permasalahan nya bukan dengan cara preman seperti itu,” ujar Umi Sandy sapaan akrab sehari-hari.

Seraya memaparkan Umi Sandy mengatakan, mitra saling memerlukan, memahami dan dapat bekerjasama dengan baik, (take and give) sebagai pimpinan harus bijak dan lebih dulu mengetahui persoalan yang sebenarnya dapat memanggil pihak yang bersangkutan menanyakan sebenarnya.

“Bukannya datang kerumah orang sambil marah dan ngamuk mengagetkan semua tetangga disekitarnya,” Sesalnya.

Sebagai Anggota legislatif yang ditunjuk menjadi perwakilan warga masyarakat Sandy juwita, meminta kepada inspektorat serta PLT Bupati Lampung Utara, Budi Utomo, untuk mengevaluasi persoalan ini karna bisa saja melanggar kode etik ASN.

“Saya berharap inspektorat serta plt bupati untuk memanggil oknum pejabat yang telah membuat malu tersebut, apa lagi telah menjadi tontonan public tidak patut dilakukan oleh seorang pejabat di Organisasi perangkat daerah( OPD) yang harusnya lebih dapat menahan diri, sabar dari segala amarah dan perbuatan yg tidak terpuji,” harapnya. (efri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com