Hanura Peringati Nuzulul Quran Nasional secara Online

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Peringatan Nuzulul Qur’an yang dihelat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) berjalan lancar, seremonial secara daring ini diikuti puluhan ribu pengurus, kader dan simpatisan partai berwarna “Kuning Kunyit” besutan Oesman Sapta Odang (OSO) dari seluruh tanah air.

Sambutan atas nama Ketua Umum DPP Partai Hanura disampaikan oleh Arwani Syaerozi selaku Wakil Ketua Umum Bidang Agama & Sosial Masyarakat, menurutnya semangat menumbuhkan sikap bersatu hidup rukun tanpa melihat perbedaan suku, budaya, bahasa dan agama harus terpatri dalam hati nurani rakyat Indonesia khususnya kader Partai Hanura, ”Kitab suci Al Qur’an menjelaskan itu semua”, tegasnya.

Sementara itu, dai millenial Gus Miftah dalam ceramahnya di hadapan pengurus, kader dan simpatisan Partai Hanura memberikan pesan agar semua elemen bangsa selalu mengedepankan hati nurani atas akal intelektual, menurutnya surat dalam Al Qur’an yang pertama kali diturunkan yaitu surat Al -Alaq menegaskan hal ini, “Pada kalimat Bacalah dengan Nama Tuhanmu, ini adalah sebuah pesan dahsyat terkait hati dan akal”.

Da’i yang memiliki nama lengkap KH. Miftah Maulana Habiburrahman ini juga memberikan pesan agar kita selalu sabar dan optimis dalam menjalani hidup di masa-masa sulit wabah Covid-19, “Sebagaimana orang berpuasa sabar menahan lapar dahaga karena meyakini waktu maghrib pasti tiba, kita pun harus sabar dan optimis menghadapi wabah Corona karena yakin adanya solusi dan pertolongan dari Allah Swt” tegas Gus Miftah.
Dari pantauan media saat berita ini dirilis, kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an DPP Partai Hanura yang di siarkan langsung melalui fanpage facebook @Offiial Hanura ditonton lebih dari 30 ribu kali tayang dan menjangkau lebih dari 98 ribu pengguna media sosial facebook.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Hanura Kabupaten Lampung Utara, Ali Darmawan, dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, menyampaikan, ada hikmah yang bisa dipetik dari suri tauladan pada Rasulullah SAW dalam menyampaikan siar Islam.

“Hikmah yang bisa dipetik dari suri tauladan Kanjeng Nabi Muhammad SAW, dalam penyebaran siar Islam pada masanya. Beliau lebih mengedepankan hati dan diimplementasikan ke akal pikiran, sehingga dakwah dan siar Islam pada masa beliau lebih mudah diterima,” Pungkasnya.(*/ef)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com