Aliansi Masyarakat Kotaagung Perangi Radikalisme

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tanggamus (HS) – Aliansi Masyarakat Kotaagung menolak radikalisme dan terorisme dalam jumpa pers di Kkntor Kelurahan Pasar Madang, Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Senin (19/2/18). Pernyataan ini dikeluarkan menyikapi pemberitaan dan siaran pers Mabes Polri di Jakarta terkait meninggalnya salah satu warga Kotaagung yang terlibat jaringan kelompok radikal dan aksi terorisme, Muhammad Jefri bin Mukri.

Jumpa pers dihadiri MUI Kotaagung Ustad Suryo, Ustad Basory, Ustad M. Juman Adh, Ustad Samsory,  Rusdi Paku Banten,  HNSI Aris Munandar, KKSS Hi.Ambo Ase, para tokoh agama dan masyarakat. Ustad Suryo Mulyono mengatakan MUI menolak keras setiap paham radikal dan terorisme yang mengganggu rasa aman masyarakat Indonesia. Radikal dan terorisme sudah jelas tidak mengakui kedaulatan NKRI dan Pancasila,” ujar Ustad Suryo.

Ia juga mendukung sepenuhnya profesionalisme serta kerja keras Polri melalui Densus 88. yang selama ini mencegah dan memberantas kelompok yang hendak melakukan aksi teror terhadap masyarakat di berbagai wilayah. Ia melanjutkan, pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan peristiwa kematian Muhammad Jefri yang terekrut menjadi  anggota jaringan kelompok radikal untuk tujuan-tujuan tertentu, agar menghentikan upaya-upaya tersebut.

Orang tua Jefri telah menerima kematian anaknya karena sakit jantung, hal ini diperkuat hasil otopsi.

Pihak keluarga Muhamad Jefry, Rusdy menyatakan keluarga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat lingkungan yang telah bebesar hati untuk menerima dan mengijinkan memakamkan Jefry di pemakaman umum Kotaagung.

Dia meminta maaf kepada seluruh masyatakat karena sebagai orang tua gagal mendidik dan mengawasi aktifitas anak sehingga terekrut dalam paham radikal dan terorisme.

Sementara menyangkut pemberitaan yang menyebutkan keluarga dilarang dan dihalangi kepolisian untuk melihat dan memeriksa jasad Jefry, serta diberi dana oleh kepolisian, dia mengatakan tidak benar.

“Kami mohon dengan kerendahan hati, untuk berhenti melemparkan fitnah yang tidak pada tempatnya, terlebih melakukan otopsi ulang membongkar makam dan sebagainya, karna kami sudah mengiklaskan perjalanan takdir anak kami,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com