
Bandar Lampung (HS) – Cukup prihatin diera teknologi informasi semakin canggih, namun alangkah beratnya bagi masyarakat untuk taat dan patuh terhadap aturan pemerintah, khususnya dalam membayar Pajak Kendaraan, butuh waktu satu hari penuh untuk mengurus perpanjangan STNK dan Plat nomor, Kamis (30/12/2021).
Hari ini tanggal 30 Desember 2021, kebetulan penulis mengurus langsung perpanjangan STNK dan Plat nomor baru kendaraan Roda 2 di Kantor UPTD I SAMSAT Bandar Lampung.
Mulai kurang lebih pukul 9;30 WIB, melakukan Cek pisik, dilanjutkan ke bagian pendaftaran untuk mengambil Map, selanjutnya kebagian arsip STNK, selesai arsip STNK dilanjut ke bagian arsip BPKB, setelah itu melakukan pembayaran administrasi STNK dan Plat Nomor di Bank BRI, setelah itu menyerahkan berkas dan menunggu antrian di Bank Lampung untuk melakukan pembayaran pajak, selesai pembayaran sekitar pukul 11;00.
Disini sudah memakan waktu banyak karena harus menemui tidak kurang 8 Meja di empat gedung, walaupun antar gedung tidak jauh, namun tetap harus berjalan dari satu gedung ke gedung yang lain.
Masalah timbul timbul lagi setelah selesai pembayaran pajak dan lainnya, giliran menunggu pengambilan STNK dan Plat nomor, harus menunggu lama dari pukul 11 hingga sekitar pukul 15;20 STNK baru kelar.
Saran dari kami masyarakat umum kepada pemerintah Provinsi Lampung, agar dibuat sistem yang lebih simpel.
Kasian masyarakat, untuk taat aturan harus mengorbankan waktu, tenaga dan materil maupun moril yang tidak seharusnya.
Saya melihat disana ada orang tua yang usianya diatas 60an, ada nenek dan kakek membawa cucunya, ada para pekerja/karyawan yang harus izin dari tempat kerjanya dan ada juga para pekerja informal yang untuk mengurus surat kendaraan tersebut mengorbankan pendapatan sehari.
Kini teknologi informasi semakin canggih, namun secanggih apapun teknologi informasi menjadi sia-sia tidak ada artinya, bila para stakeholder, birokrasi dan orang-orang yang terlibat didalamnya tidak mau berubah.
Semoga kedepan, para pemimpin di pemerintahan Provinsi Lampung ada yang memiliki empati terhadap masyarakatnya. (*)



