Pemkab Tanggamus Cepat Tangani Al-Furqon (1,5) Penderita Gizi Buruk

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Wonosobo (HS) – Al-Furqon bayi usia 19 bulan putra dari bapak Marhawi dan ibu Rodemah, hanya bisa tergolek lemah dan selalu merintih ditempat tidur. Pasalnya, sejak lahir Al-Furqon mengalami nasib gizi buruk (stunting). Nahrawi sebagai kepala dusun pekon Sampang Turus, kecamatan Wonosobo Tanggamus, tidak sanggup membawa anaknya berobat ke Rumah sakit, Sabtu (2/11/2019).

Sekda didampingi Direktur RSUD menyerahkan santunan kepada Pasien penderita Giji Buruk Al-Furqon, putra dari Bapak Mahrawi dan Ibu Rodemah, yang didiagnosa menderita Bronkopneumonia + Kep, yang akan dirujuk ke RSU Abdul Moeloek Bandar Lampung, Jum’at (01/10/1019).

Menurut Rodemah ibu Al-Furqon menuturkan ke hariansumatra.com dengan mata berkaca-kaca tidak biasa menahan kesedihan yang di derita anaknya sejak lahir hingga sekarang umur lebih kurang setahun setengah.

“pada waktu lahiran di bidan, puskesmas siring betik. Dari lahir kata bidan normal karna 2,6 kg,nah dari situ hingga sekarang gak da perkembangan gitu”

Mengetahui adanya balita yang menderita gizi buruk (Stunting), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus dengan cepat melakukan penanganan perawatan dan pengobatan secara intensif.

Al-Furqon, balita penderita gizi buruk (stunting), mendapatkan perhatian khusus Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, melalui Sekdakab Hamid Heriansyah Lubis langsung memberikan instruksi kepada Camat Wonosobo didampingi Puskesmas Siringbetik menjemput balita berusia 19 bulan tersebut untuk dirujuk ke Rumah Sakit Daerah Batin Mangkunang.

Kedatangan Al-Furqon di Rumah Sakit tersebut langsung disambut Sekdakab. Tanggamus, Hamid Haryansyah Lubis, Jum’at (1/11/ 2019).

Untuk perawatan intensif Al-Furqon akan dirujuk ke RSU Abdul Moeloek Bandar Lampung, Sabtu (2/11/2019).

Kepala Bappelitbang Tanggamus Hendra Wijaya Mega ketika diminta tanggapannya mengatakan, Pemkab Tanggamus sedang giat-giatnya menanggulangi masalah Stunting sampai ketingkat Pekon.

“Kita memang sedang giat-giatnya memgatasi stunting sampai tingkat pekon, pemkab telah mengambil langkah untuk kasus Al-Furqon”, ungkap Hendra. (riza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com