Aktivis 98: Tahun 1999, Amien Rais Menghasut Umat Islam

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jakarta (HS) – Aktivis ’98, Faizal Assegaf, mengatakan Amien Rais ingin menjadi pahlawan. Contohnya, kata Faizal, Amien selalu menyalahkan Presiden Jokowi jika ada masalah, layaknya zaman Soeharto dulu.

“Amien Rais kemudian tampil ingin menjadi pahlawan. Amien Rais seolah-olah menempatkan Jokowi seperti Pak Soeharto. Semua seolah-olah disalahkan ke Pak Jokowi. Saya tak pernah menemukan Pak Amien Rais menyalahkan gubernur, bupati, DPR, DPD, tapi semua disalahkan ke Pak Jokowi,” kata Faizal.

Lebih jauh, Faizal lalu mengungkit beberapa sikap Amien di zaman dulu. Dia membandingkannya dengan era saat ini.

“Saat dia mengatakan ada ‘partai setan’ dan ‘partai Tuhan’ itu terulang di tahun ’99 itu, Pak Amien sudah jadi setan sebenarnya. Pada tahun 1999, Pak Amien itu menghasut umat Islam bahwa umat Islam mengharamkan presidennya perempuan kan? Dan dimenangkan Gus Dur kan,” kata Faizal.

Faizal lalu menyebut kepentingan Amien di era kepemimpinan Gus Dur tidak terpenuhi. Amien lalu diceritakan Faizal melengserkan Gus Dur dan dia memilih Megawati menjadi presiden. Alasan itulah yang membuat Faizal berpendapat bahwa Amien Rais tidak konsisten dan tidak cocok dikatakan sebagai bapak reformasi.

Dalam diskusi yang digelar oleh Komunitas Cikini dan Jaringan Aktivitas Reformasi Indonesia (Jari 98) itu, selain Sri Bintang dan Faizal, turut hadir Kapitan Kelibay, peneliti dari Indonesian Public Institute (IPI); Wahab Talaohu, aktivis ’98; dan pengamat politik Boni Hargens.

Diskusi ini lebih detail menceritakan tragedi ’98. Selain itu, diskusi ini membahas insiden detik-detik lengsernya Presiden Soeharto.@

hs-krs-22.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com