Maulid Nabi di Lahat, Wabup Widia Ningsih Ingatkan Akhlak Rasul: “Jangan Hilang Setelah Acara Selesai”

Bagikan Berita

LAHAT-SUMSEL (HS) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Lahat di Masjid Ar-Rahman, Kelurahan Pasar Lama, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan sholawat dan tausiyah. Pesan tentang bagaimana keteladanan Rasulullah SAW diterapkan dalam kehidupan sehari-hari turut menjadi perhatian.

Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, yang juga Ketua Dewan Penasehat PC Muslimat NU Lahat, mengajak seluruh jamaah menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk semakin mengenal, mencintai dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Menurut Widia, peringatan Maulid jangan berhenti sebatas acara seremonial. Nilai-nilai yang disampaikan dalam tausiyah harus dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid ini supaya kita lebih mengenal, lebih mencintai dan lebih meneladani akhlak Rasulullah SAW,” ujar Widia.

Ia mengingatkan, Rasulullah SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, keteladanan beliau semestinya tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam mendidik anak, bekerja dan menjaga hubungan dengan sesama.

“Jangan sampai setelah acara ini selesai, ceramah yang disampaikan ustaz juga hilang. Jadikan apa yang disampaikan sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik ke depan dan menjadi inspirasi dalam kehidupan kita,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Widia juga mengingatkan para ibu agar memberikan perhatian serius terhadap pendidikan anak.

Menurutnya, keluarga mempunyai peranan penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi penerus. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan sikap dan moral.

Selain itu, Widia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah.

Ia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap berbagai sumber yang dapat memicu kebakaran, mulai dari api, puntung rokok hingga instalasi listrik.

“Mari kita sama-sama berhati-hati. Perhatikan api, puntung rokok, listrik dan berbagai hal yang bisa menjadi pemicu kebakaran,” imbaunya.

Widia juga mengajak masyarakat berdoa agar hujan segera turun sebagai rahmat Allah SWT, terutama di tengah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Ia menyebut pemerintah terus melakukan langkah antisipasi dan pemantauan terhadap potensi Karhutla, termasuk dengan melibatkan personel TNI dalam membantu pemantauan.

Sementara itu, tausiyah yang disampaikan Ustaz Risdianto, S.H.I., M.H.I., juga menyentuh sejumlah persoalan kehidupan masyarakat.

Ia mengingatkan jamaah mengenai pentingnya menghormati dan memuliakan orang tua, khususnya ibu. Selain itu, jamaah diajak memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an dan Barzanji serta mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Di hadapan Wakil Bupati Lahat dan jamaah, Risdianto juga menyampaikan pesan agar para pejabat benar-benar fokus menjalankan tugas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan nada berseloroh, ia menggambarkan harapan sederhana masyarakat terhadap pemerintah.

“Kalau kami masyarakat yang penting jalan bagus, dapur ngebul, berobat gratis, anak sekolah,” katanya disambut suasana hangat jamaah.

Pesan tersebut menggambarkan bahwa bagi masyarakat, keberhasilan pemerintah pada akhirnya juga diukur dari hal-hal yang langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti infrastruktur yang baik, kebutuhan keluarga yang terpenuhi, pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan keagamaan dan berbagi makanan.

Kegiatan yang dihadiri jajaran Tanfidziyah PC NU Lahat, pengurus dan anggota Muslimat NU, sejumlah organisasi kewanitaan, serta sejumlah pejabat dan masyarakat itu diharapkan menjadi momentum untuk tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan nyata. (Nisa)

https://www.hariansumatera.com